Breaking News
Loading...

Recent Post

Showing posts with label Sumatera. Show all posts
Showing posts with label Sumatera. Show all posts
Wednesday, 2 April 2014
Teluk Bungus: Representatif Kota Padang

Teluk Bungus: Representatif Kota Padang

Ulasan Umum

Teluk Bungus terletak 20 km di sebelah selatan Kota Padang atau sekitar 1,5 jam perjalanan. Di teluk Bungus, terdapat Pantai Bungus yang memiliki ombak yang tenang dan dikelilingi oleh bukit-bukit hijau. Selain itu, terdapat dua pantai menarik lainnya yaitu Pantai Carolina dan Pantai Nirwana. Di pantai-pantai tersebut, Anda bisa menikmati beragam rekreasi seperti berenang, menyelam, berjemur, atau bersampan menuju pulau-pulau kecil tidak jauh dari Pantai Bungus. Di tepi pantai, juga disediakan payung pantai dan kursi-kursi malas untuk Anda berjemur. Dari teluk ini, Anda bisa mengarungi lautan menuju pulau-pulau terdekat di lepas pantai Padang seperti Pulau Sirandah, Bintangur, Sikowi, dan Pasumpahan.

Salah satu rekreasi yang paling dinikmati oleh pengunjung di sini adalah memancing. Debur ombak yang tenang dan kekayaan alam lautnya menciptakan kenikmatan eksklusif bagi Anda yang gemar memancing. Bagi Anda yang tidak suka menunggu, Anda bisa menikmati kegiatan para nelayan menangkap ikan dan membeli langsung hasi tangkapan mereka.

Akomodasi

Pantai Bungus (sumber: 4.bp.blogspot.com)
Untuk penginapan, terdapat resort di sekitar pantai yang dapat Anda gunakan untuk beristirahat setelah puas seharian berwisata bahari. Opsi lainnya, Anda juga bisa juga menginap di kota Padang yang menyediakan beragam fasilitas penginapan, seperti losmen dan hotel berbintang.



Transportasi

Pantai Dilihat dari Jauh (Sumber: balibackpacker.blogspot.com)




Teluk Bungus terletak 20 km dari pusat kota Padang. Apabila Anda dari Bandara Internasional Minangkabau, Anda bisa mengemudikan kendaraan Anda ke arah Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat. Dari kota Padang, Anda akan melewati pelabuhan Teluk Bayur, dan dari sana, Anda akan menyusuri  jalan raya yang naik turun dan berkelok-kelok di sepanjang pantai. Anda tidak akan bosan di perjalanan karena pemandangan di sepanjang jalan sangat lah indah, yaitu perpaduan antara tebing karang, hutan, dan pantai yang dihiasi oleh kapal-kapal besar. Selain itu, apabila Anda sudah hampir sampai di tempat tujuan, Anda akan menyaksikan kawanan monyet yang biasanya ‘menunggu’ jatah makanan dari pengendara mobil.

Kegiatan

Anda bisa menikmatipantaiyang landai ini dilengkapi dengan minuman air kelapa muda yang menyegarkan dan sajian seafood yang nikmat. Menikmati pemandangan pantai di teluk Bungus saat matahari terbenam merupakan momen sempurna untuk liburan Anda. (IMS)
Sunday, 16 March 2014
Jembatan Ampera: Simbol Kota Palembang

Jembatan Ampera: Simbol Kota Palembang

Ulasan Umum

Rasanya belumlah lengkap kunjungan ke Palembang, Sumatera Selatan, bila belum mengunjungi Jembatan Ampera. Jembatan yang menjadi simbol kota Palembang ini didirikan bulan April tahun 1962 dengan persetujuan Presiden Soekarno. Di awal pembangunannya, jembatan ini memiliki panjang 1.177 meter dan lebar 22 meter, dan diberikan nama jembatan Bung Karno. Diresmikan pada 30 September 1965 oleh Let. Jendral Ahmad Yani, namun setelah terjadinya permasalahan politik di tahun 1966 dan terjadi gerakan anti-Soekarno, jembatan ini diganti namanya menjadi Jembatan Ampera.

Dahulunya, jembatan ini bisa diangkat ke atas - bawah sekitar 10 meter per menitnya dengan dua menara yang bisa diangkat sepanjang 63 meter. Gunanya, saat jembatan terangkat, kapak akan bisa melewati Sungai Musi. Hanya saja, pada saat ini kegunaan jembatan tidak difungsikan lagi seperti dahulu.



Akomodasi

Karena Jembatan Ampera terletak di tengah kota Palembang, maka Anda dapat menemukan tempat penginapan dengan cukup mudah di sana, terutama di jalan-jalan utama.

Tips

Selesai dari jembatan Ampera, berjarak hanya sekitar 50 meter Anda bisa menemukan pasar tempat berbelanja. Di dalamnya, terdapat variasi makanan lokal dan souvenir seperti kain songket. Anda bisa membeli beberapa sebagai buah tangan perjalanan ke Palembang.

Transportasi

Dari bandara Sultan Mahmud Badaruddin II yang terletak di jalan Tanjung Api-Api, Anda dapat menuju Sungai Musi yang dilewati oleh Jembatan Ampera dengan menggunakan mobil atau taksi, dengan jaraknya sekitar 6 km.

Kuliner

Jembatan Ampera yang dulu bagian tengahnya bisa terangkat saat kapal lewat (Sumber: ass4sin.blogspot.com)
Makanan lokal Palembang, termasuk empek-empek panggang dan kerupuk bisa didapatkan di sekitar sini. Harus dicicipi, terutama karena harganya yang terlatif murah dan rasa yang orisinil pula. Selain itu, Anda bisa mencoba pengalaman makan di restoran terapung Sungai Musi sambil melihat Jembatan Ampera yang megah.

Megahnya Jembatan Ampera di malam hari (sumber: palembangkota.go.id)

Kegiatan

Jangan lupa mengabadikan foto Anda di Jembatan Ampera yang menjadi ikon dari kota Palembang. Ada banyak pendatang yang melakukannya, sehingga tidak usah segan karena masyarakat sekitar pun sudah biasa melihat wisatawan yang berhenti sejenak untuk mengabadikan momen di depan Jembatan Ampera ini. (IMS)
Pantai Melur: Buatan Pengungsi Asal Vietnam ‘Si Manusia Perahu’

Pantai Melur: Buatan Pengungsi Asal Vietnam ‘Si Manusia Perahu’

Ulasan Umum

Pantai Melur terletak di sisi barat Pulau Galang, Barelang, Tanjung Pinang. Daerah ini berada di sekitar 45 km dari selatan Pulau Batam. Terkenal dengan keindahan hamparan pasir putih yang indah, Anda akan dapat menikmati indahnya suasana pantai sebagai tempat berlibur bersama teman dan keluarga terdekat. Banyak wisatawan yang tertarik mendatangi lokasi ini karena keindahan dan kebersihan pantai, sehingga suasana bersama keluarga bisa dinikmati secara maksimal. Pasir laut yang landai dan tidak memiliki karang menjadi andalannya, sehingga anak-anak kecil bisa bermain di bibir pantai tidak usah takut kakinya luka karena karang yang keras.






Desa untuk pengungsi Vietnam (sumber: en.wikipedia.org)

Pantai Melur (sumber: pasirpantai.com)
 Alkisah, pantai ini dibangun oleh seorang pengungsi Vietnam yang terbuang, dan ia sering disebut oleh masyarakat sekitar sebagai Manusia Perahu karena ia terdampar menggunakan perahu di Pulau Batam dan mencoba bertahan hidup dengan mendirikan perkampungan di Pulau Galang, yang letaknya hanya 1 km saja dari Pantai Melur. Nantinya, setelah mengunjungi pantai Andapun dapat mencoba melihat desa yang dikisahkan ini, yang dikenal sebagai desa pengungsi Vietnam di Sijantung, Pulau Galang. Lokasi tempat ini hanya berjarak 2 km saja dari area pantai.

Akomodasi

Tanjung Pinang dan Batam yang banyak dikunjungi pelancong menyediakan beragam akomodasi yang bisa Anda pilih sendiri ketika berlibur.


Transportasi

Kota Batam menjadi pintu gerbang ke Provinsi Kepulauan Riau. Anda bisa berangkat melalui Bandara Hang Nadim Batam di Batu Besar, lalu menggunakan mobil sewaan atau angkutan umum yang ongkosnya cukup murah untuk membawa Anda ke lokasi ini. Selain itu, mobil sewaan harganya berkisar sekitar 500,000 tanpa cakupan supir dan bensin, jadi Anda bisa menyesuaikan pilihan dengan budget yang dimiliki.

Kuliner

Jangan lupa untuk mencicipi berbagai makanan laut segar yang ditangkap oleh masyarakat sekitar dan diproses secara segar pula. Kepiting dan cumi-cumi dapat menjadi santap siang yang nikmat dan mudah didapat di sekitar. Lengkapi sajian anda dengan minuman kelapa muda yang sejuk dan dingin sambil beristirahat mengisi ulang tenaga. (IMS)
Perkebunan Teh Kayu Aro: Perkebunan Teh Tertua di Tanah Air

Perkebunan Teh Kayu Aro: Perkebunan Teh Tertua di Tanah Air

Ulasan Umum

Teh adalah bentuk komoditi yang mendunia, hampir semua orang di belahan bumi menikmati minuman ini sebagai teman waktu bersantai. Namun tahukah Anda bahwa ternyata salah satu produsen teh hitam terbaik dunia berasal dari Indonesia? Memang benar, teh hitam ini berasal dari dataran tinggi Jambi, yang terletak di bagian kawasan Gunung Kerinci. Terbentang di sini Perkebunan Teh Kayu Aro yang sangat asri dan menghasilkan teh berkualitas tinggi. Lokasi tempat ini ialah di Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, dan jangan lupa mampir bila Anda melalui daerah ini.
Kebun yang luas dan asri (Sumber: indonesia-travel.com)

Perkebunan ini merupakan perkebunan teh tertua di Indonesia yang dibangun sejak masa penjajahan kolonial tahun 1925. Kemudian, perkebunan ini juga merupakan yang tertinggi dan terluas kedua di dunia setelah Perkebunan Teh Darjeeling yang lokasinya ada di India. Luas perkebunan ini adalah sekitar 2,500 hektar dengan ketinggian di 1.600 m dpl.

Setiap tahun, perkebunan ini menghasilkan kurang lebih 5.500 ton teh hitam! Karena tergolong teh unggulan, maka hasilnya ini dikirim untuk proses ekspor ke Rusia, Eropa, Amerika Serikat, Timur Tengah, Pakistan, Asia Tengah, juga Asia Tenggara.


Akomodasi

Selesai mengelilingi kebun dan pabrik teh, Anda bisa menikmati waktu santai seperti bangsawan Belanda di rumah tinggal yang disewakan seraya menikmati teh. Memang fasilitas hotel berbintang masih minim, akan tetapi banyak homestay yang tersedia di sekitar.
Proses daun teh yang masih konvensional (Sumbe: laptopsiunyil.blogdetik.com)

Tips

Anda bisa melihat langsung proses pengelolaan daun teh di perkebunan ini, termasuk karena metode mereka pun masih bersifat konvensional. Bisa langsung dibuktikan di sini bahwa setiap serbuk teh yang dihasilkan tidak dicampur dengan pengawet atau pewarna. Lalu untuk menjaga kualitas teh hitam, orang yang mengerjakan tugas ini sehari-harinya tak boleh menggunakan kosmetik saat bekerja, sehingga rasanya menjadi yang paling berkualitas.

Kegiatan

Jika Anda ingin menenangkan pikiran sejenak dari pekerjaan yang berat, inilah tempat yang cocok untuk melakuannya. Dengan bersihnya udara dan tenangnya hamparan tanaman nan asri, Anda pun bisa mengistirahatkan diri dari hiruk pikuk kota. (IMS)
Thursday, 13 March 2014
Bunker Jepang: Sisa Jaman Romusha di Kota Bukittingi

Bunker Jepang: Sisa Jaman Romusha di Kota Bukittingi

Ulasan Umum

Bunker Jepang atau yang biasa dipanggil lubang Jepang berada di kota Bukittinggi sebagai saksi kegiatan romusha atau kerja paksa untuk masyarakat pribumi yang dilaksanakan di bawah tekanan para tentara Jepang ketika mereka menduduki Indonesia di tahun 1942 sampai 1945. Bunker ini terletak di bawah tanah dengan panjang 1.470 meter dan jaraknya sekitar 40 meter di bawah Ngarai Sianok. Ada 21 terowongan yang terdapat dalam bunker ini sendiri, dan digunakan di masanya sebagai tempat untuk menyimpan senjata dan amunisi, ruang pertemuan, tempat tinggal, ruang makan, ruang tahanan, ruang sidang, ruang penyergapan, dapur, ruang mata-mata, ruang penyiksaan, dan jalur yang bisa digunakan untuk melarikan diri. Anda bisa menjelajah di terowongan ini untuk merasakan pengalaman di masa lalu yang dihadapi oleh nenek moyang kita.
Lubang Jepang (sumber: id.wikipedia.org)


Tempat ini terpercaya sebagai sebuah benteng pertahanan yang kuat. Diameter dari terowongan ini adalah tiga meter  dengan dinding yang tebal sehingga suara diluar pun tidak bisa didengarkan dari dalam. Luas terowongan ini hampir mencapai dua hektar dengan enam pintu yang dimilikinya. Satu pintu terletak di Taman Panorama dan yang lainnya berada di Ngarai Sianok. Beberapa bagian dari bunker ini tidak dapat diakses lagi untuk umum karena sudah mengalami restrukturisasi yang bisa membahayakan orang yang berjalan di dalamnya.


Akomodasi

Terletak tak jauh dari kota Bukittinggi, Anda bisa bermalam di Bukittinggi yang cukup banyak memiliki hotel dan penginapan sebagai tempat beristirahat.

Bagian penjara (sumber: matahatiku.com)

Transportasi

Untuk masuk ke bunker ini, pintunya diletakkan di Taman Panorama dan Anda dapat menikmati pemandangan Ngarai Sianok yang indah dari sini. Jarak tempat ini hanyalah 1 km dari Bukittinggi, jadi Anda bisa berangkat ke sini dengan menggunakan mobil.

Bila Anda berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), gunakan minibus untuk berangkat ke Bukittinggi terlebih dahulu.

Kuliner

Siapa yang tak kenal kuliner asal Sumatera Barat? Di sini, Anda bisa mencicipi makanan khas yang terkenal pedas dan gurihnya hingga kenyang. Tersedia beberapa toko yang terdapat di sekitar Panorama yang menjual makanan dan minuman bagi pendatang. (IMS)
Bukit Lawang: Petualangan Outdoor Bersama Orangutan

Bukit Lawang: Petualangan Outdoor Bersama Orangutan

Ulasan Umum

Bukit Lawang adalah tempat dimana Anda bisa menjelajah di hutan Sumatera bersama orangutan. Tempat ini terletak di bagian selatan Taman Nasional Gunung Leuseur dan berada sekitar 90 kilometer ke arah barat laut dari ibukota Sumatera Utara, Medan. Daerah ini memiliki medan yang cukup menantang, karena memang cukup curam dan licin, terutama setelah hujan. Namun tetap saja, pengalaman yang bisa Anda dapatkan dari kegiatan ini menakjubkan, karena Anda akan merasa melalui dunia baru dengan masuk ke dalam hutannya.

Orangutan yang menjadi daya tarik utama dapat ditemui di Bukit Lawang dan memang dilestarikan karena orangutan saat ini berstatus hampir punah. Tempat ini adalah komunitas alami terbesar untuk orangutan saat ini, dengan ada sekitar 5000 ekor yang hidup di dalamnya. Terdapat sebuah pusat rehabilitasi untuk hewan langka ini bagi orangutan yang tidak berorangtua, agar dapat dilatih hidup bebas di alam.
Orangutan di Bukit Lawang (sumber: de.wikipedia.org)

Akomodasi

Untuk bermalam, Anda bisa memilih beberapa alternatif hotel di Bukit Lawang yang dioperasikan warga setempat.

Tips

Karena halur yang akan dilewati nantinya cukup menantang, pastikan Anda sanggup dan sehat untuk menjalaninya. Peralatan yang lengkap menjadi kunci untuk menikmati perjalanan. Selain itu, gunakan pula sepatu yang cocok untuk kegiatan trekking agar lebih nyaman.

Transportasi

Untuk sampai ke tempat ini, Anda bisa menggunakan bus atau mobil dari Medan yang biasanya berangkat dari terminal Pinang Baris. Waktu perjalanan yang akan ditempuh ialah 3 jam.

Kegiatan

Pengunjung yang datang di tempat ini ingin merasakan pengalaman trekking di malam hari. Perlu diingat, perjalanan ini bukan untuk wisatawan yang berangkat sendirian saja, tapi harus dengan ada bimbingan dari pemandun yang memang sudah memiliki pengalaman. Pemandu akan membantu Anda menemukan apa yang dicari di hutan dengan memberikan info mendalam mengenai hal-hal spesifik di dalamnya.
Indahnya Bukit Lawang (sumber: bjorngrotting.photoshelter.com)


Pastikan Anda mengikuti jadwal pemberian makan orangutan yang akan menjadi pengalaman hebat luar biasa nantinya. Jam makan yang tersedia adalah pada jam 08:30 dan 15:00. Anda bisa mencoba untuk menyuapi para orangutan dengan pisang, susu, serta makanan lainnya. (IMS)
Pantai Pasir Putih Lampung: Surga untuk Hunting Foto

Pantai Pasir Putih Lampung: Surga untuk Hunting Foto

Ulasan Umum

Indahnya Pantai Pasir Putih (sumber: wisatamelayu.com)
Keindahan Pantai Pasir Putih di Lampung membuatnya menjadi tempat yang tepat untuk Anda berfoto dan mengabadikan momen-momen indah di dalamnya. Suasananya benar-benar menenangkan dan menyegarkan sekaligus. Tempat ini berjarak sekitar 20 kilometer dari Bandar Lampung, dan tempat ini adalah tempat wisata favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Lampung. Lokasi pantai ini adalah di Lampung Selatan, yakni Desa Tarahan, dan perjalanan ke sini memakan waktu 30 menit saja.

Lautnya hijau kebiruan, secara indah dilapisi oleh kilauan pasirnya yang berwarna putih di sepanjang pantai. Inilah yang membuat banyak orang mengabadikan foto di sini. Ketika baru saja sampai di lokasi, Anda pasti langsung tak sabar ingin menikmati pantainya dan mengabadikan banyak saat-saat fantastis di dalamnya. Selain itu, matahari terbenamnya sangatlah indah, membuat banyak wisatawan yang datang menanti-nanti hingga sore hari sebelum kembali ke Bandar Lampung.

Akomodasi

Di sekitar pantai memang tidak memiliki penginapan, namun Anda bisa menginap di Bandar Lampung yang menyediakan hotel dan tempat penginapan cukup variatif.



Tips

Matahari terbenam (sumber: lowonganlampung.com)
Indahnya pantai ini sudah menyebar dari mulut ke mulut. Maka dari itu, pantai hampir tak pernah sepi terutama di saat akhir pekan. Bila Anda ingin mengunjungi pantai di saat yang tidak terlalu ramai, kunjungilah di hari-hari biasa.

Di sekitar pantai terdapat beberapa toko yang menjual souvenir, jangan lupa membeli buah tangan yang menarik sebelum kembali ke Bandar Lampung.

Transportasi

Pantai Pasir Putih dapat dicapai dengan menggunakan mobil dan melewati jalan Trans Sumatera dari kota Lampung. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke tempat ini hanya 30 menit saja. Bila Anda tidak membawa mobil pribadi, jangan khawatir, tersedia angkutan umum dari Lampung yang akan dapat membawa Anda ke lokasi ini.

Kegiatan

Anda bisa bersantai dan piknik di pinggir Pantai Pasir Putih yang indah ini sambil mengabadikan banyak momen berkumpul bersama keluarga. Selain itu, kegiatan lain yang bisa dilakukan adalah mengelilingi pantai yang bersih ini dengan menggunakan perahu sewaan. Kemudian, Anda pun dapat mengunjungi Pulau Condong dan Pulau Bule yang tidak terlalu jauh dari pantai ini. Dua pulau ini juga terkenal dengan pantainya yang indah. Bahkan, Pulau Bule adalah tempat untuk menikmati alam bawah laut dengan adanya variasi terumbu karang dan ikan yang cantik. (IMS)
Wednesday, 12 March 2014
Masjid Agung Palembang: Wisata Agama dan Budaya

Masjid Agung Palembang: Wisata Agama dan Budaya

Ulasan Umum

Bila Anda berkunjung ke Palembang, sempatkan diri untuk singgah di Masjid Agung Palembang untuk beribadah sambil melihat warisan dari Kesultanan Palembang ini. Terletak di pusat kota, Masjid Agung Palembang dibangun pada 1738-1748 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I. Pada zamannya, masjid ini sempat menyandang gelar sebagai masjid terbesar di Indonesia.
Masjid Agung Palembang (sumber: bujangmasjid.blogspot.com)
Dibangun pertama kali di atas lahan 0,26 hektar dan berkapasitas 1.200 orang, masjid ini terus diperluas oleh Sayid Umar bin Muhammad Assegaf Altoha dan Sayid Achmad bin Syech Sahab atas instruksi dari Pangeran Nataagama Karta Mangala Mustafa Ibnu Raden Kamaluddin. Renovasi pun sempat dilaksanakan oleh pihak kolonial, dan kemudian terus berlanjut hingga saat ini hingga kapasitasnya pun terus bertambah sampai 7.750 orang.

Walaupun mengalami pengembangan terus-menerus, masjid ini tetap dipertahankan dengan sentuhan menara gaya Cinam dan kayu-kayu yang digunakan sebagai bagian dari bangunan memiliki ukiran khas Palembang pula. Letak masjid ini yang dikelilingi oleh Sungai Musi menambah daya tarik untuk pengunjung.

Akomodasi

Karena terletak di bagian pusat kota, mudah bagi Anda untukmenemukan tempat penginapan yang nyaman di sekitarnya. Mulai dari hotel berbintang hingga homestay sederhana akan tersedia.

Tips

Setelah berkunjung ke Masjid Agung Palembang, sempatkan untuk pergi ke pasar yang berada di dekat masjid dan menemukan ebrbagai panganan ringan juga oleh-oleh yang bisa di bawa pulang. Jika Anda adalah penggemar songket, pusat penjualannya hanya berada beberapa puluh meter dari area ini.



Transportasi

Untuk menuju tempat ini, Anda bisa melakukan penerbangan ke Palembang dengan opsi penerbangan yang selalu tersedia setiap harinya. Kemudian, gunakan mobil sewaan, ojek, atau taksi untuk berangkat ke Masjid Agung Palembang.

Kuliner

Pempek Palembang (sumber: resephariini.blogspot.com)

Letaknya di pusat kota akan memudahkan Anda untuk sekaligus mencoba kuliner asli Palembang. Apalagi kalau bukan Pempek Palembang. Nikmati makanan khas ini bercitarasa asli dengan kisaran harga yang tidak terlalu tinggi pula. Selain itu, coba pula minuman es belimbing yang cukup unik dan menyegarkan tenggorokan. (IMS)
Museum Timah: Mengingat Jayanya Timah di Bangka Belitung

Museum Timah: Mengingat Jayanya Timah di Bangka Belitung



Ulasan Umum

Salah satu tempat yang tepat untuk mempelajari sejarah Bangka Belitung adalah dengan berkunjung ke Museum Timah di Pangkalpinang. Dahulunya, museum ini merupakan rumah dinas Hoofdt Administrateur Banka Tin Winning (BTW) dan mulai dirombak menjadi museum di tahun 1958. Bangka memang berkembang pesat menjadi kota penambang timah dahulunya, sehingga cukup banyak alat-alat tradisional yang ditemukan hingga sekarang sebagai warisan para penambang. Untuk mendokumentasikan semua sejarah ini, museum didirikan sebagai sarana edukasi, karena memang tambang timah di Bangka Belitung sempat sangat populer dahulunya. 
Bagian luar Museum Timah (sumber: bangkatour.com)


Sayangnya memang tambang timah di Bangka sekarang telah menjadi sejarah belaka. Karena dahulunya harga timah sangat tinggi, maka penambang makin melakukan eksploitasinya atas sumber daya ini sehingga kondisinya sekarang tidak sama seperti dahulu.

Akomodasi

Bila Anda berkunjung ke kota Pangkalpinang, ada beberapa hotel dan tempat penginapan yang bisa Anda pilih sebagai tempat bermalam yang nyaman untuk ditinggali.

Tips

Kunjungan ke museum ini tidak dipungut biaya. Anda bisa masuk ke sini setiap hari Senin-Jumat pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dan Minggu pukul 09.00 -14.30 WIB.
Bagian dalam Museum Timah (Sumber: portal.bangkabaratkab.go.id)

Transportasi

Mencapai museum ini bisa melalui penyewaan motor atau mobil. Jarak yang ditempuh pun relatif dekat dari kota Pangkalpinang.

Kuliner

Jangan lupa mencicipi makanan ringan khas Bangka, yakni martabak. Terkenal sebagai makanan pencuci mulut di Indonesia, Anda harus mencoba sendiri makanan ini dibuat di tempat aslinya. Selain itu, bila ingin mencicipi makanan yang asin dan khas Bangka, tersedia mie koba, mie yang disajikan dengan kaldu yang sangat terasa seafood­­-nya dan menyegarkan.

Kegiatan

Beberapa hal yang bisa Anda lihat ketika berkunjung ke museum ini antara lain lokomotif pengangkut timah menyambut Anda di halaman depan. Mulai dari abad ke-17, disediakan sejarah sejak jaman Kesultanan Palembang dan pengaruhnya dalam penambangan timah.

Alat-alat yang digunakan oleh penambang timah tradisional pun cukup banyak tersedia di sini, termasuk alat bor tusuk yang merupakan tongkat dan terbuat dari bahan tembaga dan disebut sebagai ciam atau chinese stick dengan fungsinya untuk mengangkat lapisan tanah. Sejumlah foto juga terpampang di museum memperlihatkan aktivitas tambang timah dahulunya, yang hampir keseluruhan menggunakan tenaga manusia dengan cara manual. (IMS)
Monday, 10 March 2014
Sungai Kampar, Spot Selancar Sungai Fenomenal di Dunia

Sungai Kampar, Spot Selancar Sungai Fenomenal di Dunia

Ulasan Umum

Gelombang Bono yang disebut juga Seven Ghosts (sumber: travel.indonesia.com)
Berselancar di sungai adalah kegiatan unik yang dapat Anda lakukan di Sungai Kampar. Ya, Anda tidak salah baca. Sungai ini memang berbeda dari yang lain sehingga banyak surfer dari luar negeri yang ingin merasakan gelombangnya yang menantang.

Sungai ini berada di Desa Pulau Muda, Pelalawan, Riau. Gelombang yang menjadikan sungai ini bisa menjadi tempat berselancar sering disebut dengan Gelombang Bono. Gelombang Bono ialah fenomena alam yang disebabkan oleh arus pasang air laut dengan sungai yang saling bertemu. Namun, ia hanya akan terjadi di kisaran bulan Agustus-Desember saja, sehingga waktu kunjungan juga terbatas. Gelombang ini memiliki kecepatan tinggi hingga mencapai angka 40 km/jam dan ketinggiannya pun bisa berkisar antara 4-6 meter. Maka dari itu, gelombang ini tidak disarankan bagi peselancar pemula. Para peselancar internasional langsung tertarik pada fenomena ini dan ingin menantang kedahsyatan gelombang ini.



Akomodasi

Di Teluk Meranti Anda bisa menemui beberapa homestay yang cukup nyaman dan tarifnya pun cukup terjangkau.

Tips

Bila Anda ingin mencoba mengarungi Bono, pastikan Anda benar-benar teredukasi mengenai kegiatan surfing dan sudah di level profesional. Bila Anda adalah peselancar pemula, Sungai Turip, Kerumutan, dan Serkap juga menyediakan gelombang yang lebih kecil.

Transportasi

Dari Pekanbaru, Anda harus menghabiskan waktu perjalanan 6 hingga 7 jam ke Desa Teluk Meranti, tempat sungai ini terletak, bila menggunakan jalur darat. Namun, juga tersedia jalur air dari Pangkalan Kerinci dengan yaitu speedboat yang memakan waktu 2 jam, namun tidak semua speedboat akan mau mengantar ke Tanjung Sebayang terutama di saat kemunculan Bono, karena akan cukup beresiko.

Kegiatan

Seorang peselancar asal Inggris, Steve King, memecahkan rekor dunia berselancar Bono pada Februari 2013. Ia berhasil berselancar di atas gelombang Bono dalam waktu 1 jam 4 menit dengan jarak tempuh sekitar 20,65 km.
Steve King pecahkan rekor berselancar terlama (sumber: goindonesia.com)
Gelombang Bono di Sungai Kampar ini memang bisa memanjakan peselancar bermain tanpa henti sampai lebih 30 menit, padahal jika di laut, mereka biasanya hanya bertahan dalam hitungan menit. Selain itu, Anda juga bisa melakukan river boating, rafting, river kayaking, dan kegiatan lainnya selama berada di sungai ini. Namun, patut diingat bahwa gelombang ini termasuk berbahaya, sehingga Anda perlu berhati-hati di setiap saat. (IMS)
Saturday, 8 March 2014
Museum Tsunami Aceh: Belajar dari Kesedihan dan Tragedi

Museum Tsunami Aceh: Belajar dari Kesedihan dan Tragedi

Museum Tsunami Aceh Lokasi Banda Aceh
Museum Tsunami Aceh Lokasi Banda Aceh

Museum Tsunami Aceh terletak di Banda Aceh dan merupakan museum yang dibangun secara simbolis untuk bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Samudra Hindia 2004 dan menimpa Aceh sebagai daerah dengan korban terbanyak. Museum ini didirikan untuk menjadi tempat pusat pendidikan juga tempat perlindungan darurat bila tsunami terjadi lagi.

Museum ini juga didirikan dengan bernuansa Islami, sesuai dengan masyarakat Aceh yang kebanyakan menganut agama Islam. Museum ini dibuka setiap hari Selasa sampai Minggu dengan jam operasionalnya di jam 9-12 yang dan dilanjutkan pada jam 14-16:30 selain hari Jumat, juga jam 9-11:30 yang dilanjut jam 14:30-16:30 di hari Jumat. Sebelum Anda masuk ke sini, akan ada bekas helikopter Polisi yang merupakan salah satu korban dari bencana yang lalu.

Anda dapat membawa keluarga dan anak untuk mengunjungi tempat ini, karena tujuan dari museum ini cukup edukatif sebagai langkah preventif bila musibah yang mirip nantinya terjadi lagi di suatu saat. Juga digambarkan rancangan rumah dan bangunan yang bisa bertahan dari serangan tsunami.

Lorong yang mengibaratkan ketakutan para korban Tsunami (sumber: meanddailybussiness.com)
Bila Anda berkunjung, di dalamnya Anda akan masuk ke lorong sempit dan gelap yang terletak di antara dua dinding air yang tinggi. Desain ini ditujukan untuk menciptakan suasana dan kepanikan saat terjadi tsunami yang lalu. Dinding museum ini dihiasi dengan gambar orang-orang yang menari Saman, disebut sebagai makna simbolis terhadap kedisiplinan, kepercayaan religius, dan kekuatan suku Aceh. Sedangkan bentuk atasmya, atap membentuk laut.




Selain foto-foto, Anda bisa menyaksikan benda-benda yang merupakan bekas kejadian Tsunami, mulai dari peralatan rumah tangga hingga kendaraan yang terbengkalai. Di samping itu, ditunjukkan pula video dari para masyarakat yang selamat dari kejadian ini sebagai bentuk kenangan atas musibah yang menimpa tersebut. Berbagai diorama juga dipertunjukkan untuk menggambarkan bagaimana musibah tersebut melanda rakyat Aceh dan mempengaruhi kehidupan mereka hingga saat ini.

Seorang turis mengabadikan diorama dalam museum (sumber: kompasiana.com)
Bangunan ini juga dibangun untuk memperingati para korban dengan mencantumkan nama mereka di salah satu dinding dalam museum. (IMS)


Pulau Tikus Bengkulu: Serasa Pulau Milik Sendiri

Pulau Tikus Bengkulu: Serasa Pulau Milik Sendiri

Pulau Tikus di Bengkulu
Pulau Tikus di Bengkulu (Sumber: tribunnews.com)

Pulau Tikus merupakan pulau kecil yang letaknya di perairan Pantai Bengkulu. Berada di sebelah barat kota Bengkulu, Anda akan bisa melihat pulau ini dari sekitar wilayah pantai. Tak berpenghuni, banyak wisatawan yang mengunjungi pulau ini dengan harapan berada di pulau milik sendiri. Disebut Pulau Tikus, tapi sebenarnya tak ada tikus di pulau ini.

Konon, diceritakan bahwa seorang pelaut meninggalkan kucing yang kemudian berkembang biak di pulau ini dan menghabiskan tikus-tikus yang ada di sana. Pulau ini dihiasi dengan pantai berpasir putih serta laut biru yang tak terkena kotoran sama sekali. Anda bisa menikmati indahnya lingkungan pantai di sini dengan suka ria.

Akomodasi

Di pulau ini, tidak tersedia akomodasi. Seperti beberapa pulau wisata lainnya, bangunan memang sengaja tidak didirikan di pulau ini karena rawannya abrasi yang akan bisa mengikis pantai, dan kelamaan mengancam keberadaan pulai secara menyeluruh. Namun, bagi Anda yang ingin menyaksikan peristiwa langka seperti naiknya penyu hijau dan penyu sisik untuk bertelur di pantai, Anda bisa membawa tenda untuk bermalam di pulau ini, seraya menikmati indahnya langit malam di atas pulau.



Tips

Bila Anda ingin mengunjungi pulau ini tanpa kerepotan dari segi transportasi dan akomodasi, anda bisa bisa memesan paket wisata menuju pulau ini. Biasanya, kuota yang harus terpenuhi untuk satu kali perjalanan adalah 10 orang. Anda akan bisa berkunjung bersama teman dan keluarga sekaligus nantinya untuk menghabiskan waktu bersama di pulau yang indah.

Pantai Pulau Tikus, biru dan menenangkan (sumber: backpackerindonesia.com)

Transportasi

Untuk menuju pulau ini, Anda bisa menggunakan alat trasportasi air seperti speed boat atau perahu nelayan. Anda dapat menyewa perahu nelayan dari Pantai Zakat maupun Pantai Tapak Paderi. Dari Pantai Zakat, waktu tempuhnya sekitar 60 menit, sedangkan dari Pantai Tapak Paderi akan lebih dekat, hanya 30 menit. Kegiatan Keindahan bawah laut Pulau Tikus pun tak kalah bagusnya, Anda bisa melakukan snorkeling sambil melihat ikan yang cantik beserta karang yang unik. (IMS)

Snorkeling dan menikmati ikan-ikan unik (sumber: backpackerindonesia.com)
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2014 Jelajah Tempat Wisata All Right Reserved