Breaking News
Loading...

Recent Post

Showing posts with label Nusa Tenggara Timur. Show all posts
Showing posts with label Nusa Tenggara Timur. Show all posts
Wednesday, 2 April 2014
Museum Bahari Ende: Pusat Kekayaan Bahari Nusantara

Museum Bahari Ende: Pusat Kekayaan Bahari Nusantara

Ulasan Umum

Salah Satu Koleksi (sumber: www.orangflores.com)

Museum (sumber: kelanakecil.files.wordpress.com)
Museum Bahari Ende, yang diresmikan sejak 14 Agustus 1996, berlokasi di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Diketahui sebagai museum bahari terlengkap di Indonesia, Museum Bahari Ende memiliki 22.000 benda koleksi bukti kekayaan laut tanah air khususnya di wilayah sekitar Nusa Tenggara. Di museum bahari ini, Anda bisa mengamati sekitar 1.000 jenis spesies karang dan 300 spesias ikan yang tertata dengan rapi.

Museum Bahari Ende telah dikunjungi oleh wisatawan mancanegara dari berbagai penjuru dunia. Dengan melimpahnya jumlah benda koleksi, termasuk benda yang sudah langka atau bahan sudah punah, museum ini sangat tepat untuk Anda kunjungi untuk menambah wawasan bahari nusantara. Bagi siswa/siswi di Ende, museum ini merupakan sarana pendidikan dan berfungsi untuk menumbuhkan kesadaran untuk memelihara dan melindungi lingkungan laut.

Akomodasi

Anda bisa menyewa penginapan di beberapa hotel di Ende, seperti Mentari Hotel di Jl. Pahlawan (Telp: +62 381 21292) dan Grand Wisata Hotel di Jl. Kelimutu (Telp: +62 381 24010|+62 381 22974).



Tips

Museum Bahari Ende dibuka setiap hari pada pukul 08.00 – 16.00 WITA, dengan karcis masuk untuk dewasa sebesar Rp. 3.000,00 dan untuk anak-anak sebesar Rp. 1.000,00. Harga yang sangat murah untuk sebuah gudang pengetahuan, bukan?

Anda juga bisa menghubungi pengelola Museum Bahari Ende untuk mengatur kunjungan wisata berkelompok di nomor 0813-537336.

Transportasi

Museum Bahari Ende berlokasi di Jalan Moh. Hatta, Kab. Ende. Museum ini mudah untuk ditemukan karena hanya berjarak sekitar 100 meter dari taman kota. Di samping itu, terdapat Museum Rumah Adat yang berbentuk rumah adat berukuran besar yang berdiri megarh tepat di sebelah Museum Bahari Ende.



Kegiatan

Benda koleksi yang paling menarik perhatian adalah ikan duyung yang diawetkan yang merupakan jenis ikan yang telah punah sejak 50 tahun yang lalu. Anda juga bisa mengagumi tulang belulang ikan paus yang berukuran 30 meter dan lumba-lumba sepanjang enam meter. Tidah hanya bahwa museum ini dapat menyadarkan Anda terhadap nilai pendidikan mengenai lingkungan dan kehidupan laut, Anda juga dapat mengetahui manfaat dari beragam habitat laut untuk kesehatan. (IMS)
Friday, 14 March 2014
Pink Beach: Pantai Berpasir Pink yang Menawan

Pink Beach: Pantai Berpasir Pink yang Menawan

Ulasan Umum

Hanya ada 7 pantai di dunia yang memiliki pasir berwarna pink, dan salah satunya bisa Anda temui di kawasan Nusa Tenggara Timur! Bayangkan alangkah indahnya pantai dengan pasir berwarna pink menjadi bingkai dari langit yang biru dan air yang jernih. Pantai cantik ini terletak di bagian kawasan Taman Nasional Komodo.
Pasir unik yang berwarna pink (sumber: indonesiantourismo.blogspot.com)

Tunggu dulu, yang indah di sini bukan hanya pantainya, tetapi biota bawah lautnya pun tak kalah cantik. Anda bisa menyelam dan melihat kekayaan yang begitu menarik dengan kesempatan untuk melihat ikan yang bervariasi, ratusan karang, dan bermacam-macam kehidupan laut lainnya. Sempatkan diri untuk snorkeling atau diving saat Anda berkunjung kemari.




Kenapa pasirnya berwarna pink? Memang asalnya belum terlalu diketahui. Tapi ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa warnanya yang menarik ini adalah hasil dari karang yang pecah dan sudah mati, karena memang banyak ditemukan di sekitar area pantai ini. Ada pula pendapat yang menyatakan bahwa warna pada pasir ini disebabkan oleh kehadiran hewan mikroskopik atau sangat kecil yang bernama foraminifera. Hewan ini menciptakan warna merah muda atau pink di pantai.

Akomodasi

Pantai ini sangat sepi karena merupakan pantai tanpa penghuni dan kawasannya pun cukup terpencil. Untuk tempat bermalam, Anda bisa berangkat ke Labuan Bajo atau Kampung Komodo, yang menyediakan tempat tinggal dengan fasilitas yang sederhana bagi Anda.

Lautnya yang berair jernih (sumber: indonesia-tourism.com)

Transportasi

Untuk mencapai pantai yang cantik ini, sewalah kapal atau speedboat dari kawasan Labuan Bajo. Biasanya tersedia paket tur yang memang akan menawarkan Anda untuk singgah di pantai ini.

Kegiatan

Karena sepi, pantai ini tak banyak mendapat sentuhan manusia dan membuat kondisinya masih alami dan mengagumkan. Terdapat bukit yang memanjang dari ujung ke ujung seperti mengapit pantai. Berada di lokasi pantai ini memberikan Anda kesempatan untuk merasakan periode relaksasi dan liburan yang menyenangkan.

Jangan lupa abadikan kunjungan Anda ke tempat ini. Air lautnya yang jernih menjadi tambahan yang kontras untuk pantai. Di sekitar pantai, jika anda berjalan sedikit ke area air, Anda akan bisa melihat karang di bawahnya dengan mata telanjang sekalipun. (IMS)
Thursday, 13 March 2014
Desa Prailiu: Kampung Eksotis Tak Tergerus Waktu

Desa Prailiu: Kampung Eksotis Tak Tergerus Waktu

Ulasan Umum

Desa Prailiu atau yang disebut juga sebagai Kampung Adat Prailiu merupakan ibukota kerajaan lewa kambera. Desa adat yang tak termakan oleh kemajuan waktu ini terletak di bagian Timur kota Waingapu. Keaslian kampung adat ini ditandai dengan adanya rumah adat yang diistilahkan sebagai Uma Mbatang atau Uma Hori, lalu terdapat pula kuburan megalitik yang dinamakan reti, serta patung (penji) juga beberapa benda purbakala yang terpelihara. Terdapat pula selendang dan sarung tenun ikat yang menambah kekayaan tradisi di kampung adat ini.


Rumah di Desa Prailiu (sumber: sangnona.blogspot.com)

Akomodasi

Untuk tempat beristirahat, Anda bisa menemukan beberap homestay dan hotel yang terletak di Waingapu.

Tips

Di sini memang dijual beberapa hasil kain tenun, dan wisatawan yang datang dianggap sebagai pembawa profit bagi masyarakat sekitar. Maka, lakukan transaksi Anda dengan seksama agar tidak membeli dengan harga yang terlalu tinggi. Bincangkan terlebih dahulu dan bila Anda ramah, mungkin penjual akan membantu dengan menurunkan harga yang diberikan.

Untuk mengetahui beda kain tenun asli, biasanya mereka dibuat dari bahan alami sekitar hasil kampung dengan proses yang panjang. Pewarnanya pun terbuat dari bahan alami yang dibuat dari bahan-bahan di sekitar tempat tersebut. Biasanya warna biru berasal dari pohon nira, sedangkan warna kemerahan dibuat dari akar pohon mengkudu. Keseluruhan proses ini pun dilaksanakan secara manual.
Ibu penjual kain tenun (sumber: superstock.com)


Transportasi

Untuk mencapai tempat ini, sewalah mobil dari bandara Waingapu. Bila Anda menginap di hotel, tanyakan pula apakah mereka memiliki servis jemputan untuk mengantar Anda ke sana. Tersedia pula motor taksi dalam kota yang bisa digunakan untuk membawa Anda berkeliling.

Kuliner

Jangan lupa menikmati kios makanan yang menjual ikan bakar di sekitar daerah ini dengan ikan yang segar dan diproses dengan cepat.

Kegiatan

Saksikan pula padang rumput sabana yang indah di daerah ini sebagai tambahan dari petualangan Anda di Nusa Tenggara. Selain itu, Anda juga mendapatkan kesempatan melihat proses penenunan kain yang dilakukan masyarakat lokal secara langsung. (IMS)
Wednesday, 12 March 2014
Alor: Kekayaan Bawah Laut Tak Kalah dengan Karibia

Alor: Kekayaan Bawah Laut Tak Kalah dengan Karibia

Ulasan Umum

Pantai Alor, bersih dan jernih (sumber: javabackpacker.blogspot.com)
Alor juga merupakan sebuah tempat dengan kekayaan bawah laut yang akan membuat para pengunjungnya berdecak kagum. Memang namanya belum semelejit Raja Ampat atau Taman Nasional Komodo. Namun, banyak penyelam yang telah menyampaikan kepuasannya setelah mengalami langsung dan melihat dengan mata mereka sendiri keindahan bawah laut yang tak kalah dengan Kepulauan Karibia. Ada sekitar 50 titik yang bisa digunakan untuk menyelan di Alor, dan beberapa dari titik ini berkualitas premium.

Daya tarik Alor seimbang di beberapa sisinya, mulai dari budaya, alam, hingga sejarah, sehingga wisatawan yang datang ke sini memiliki kesempatan untuk merasakan kesemuanya langsung.

Akomodasi

Anda bisa mencari penginapan yang tepat di kota Kalabahi yang sedang berkembang untuk menyediakan kebutuhan wisatawan dari hari ke hari. Beberapa tempat penginapan nyaman bisa Anda temui di kota ini.

Tips

Bagi Anda yang ingin melihat Al-Quran tertua di Asia Tenggara, jangan lupa mengunjungi desa di pesisir pantai Alor yang menyimpannya.  Terbuat dari pewarna alam dan kulit kayu, usia Al-Quran ini diperkirakan adalah 800 tahun lebih.

Transportasi

Anda bisa sampai ke Alor dengan penerbangan dari Kupang, karena terdapat beberapa penerbangan yang melayaninya. Selain itu, feri juga bisa menjadi opsi Anda, namun memang waktu tempuhnya lebih lama, yaitu 12 jam.

Kuliner

Khasnya, Alor memiliki makanan tersendiri seperti jagung bose, kue rambut, dam jagung titi, dan merupakan makanan ringan yang bisa Anda cicipi di pasar tradisional Kalabahi.
Jagung bose merupakan olahan dari jagung berbiji putih yang direndam di air kapur sirih, lalu dibuang kulit arinya dan dijemur lalu direbus hingga matang dan dihidangkan dengan santan. Makanan ini jadi semacam bubur jagung yang dan dimakan dengan lauk. Lalu, lanjutkan santap Anda dengan kue rambut dan the manis. Makanan ringan ini terbuat dari tepung beras, tepung tapioka, air gula dan gula pasir. Bila ingin mencicipi yang lain, ada jagung titi yang dibuat dari biji jagung yang ditanggalkan bijinya lalu disangrai dalam kuali tanah liat dengan tungku kayu. Kemudian jagung ini ditumbuk sampai tipis dan dinikmati dengan kenari.



Kegiatan

Diving di Alor (Sumber: alor-divers.com)

Air yang jernih di Pantai Alor seakan mengundang wisatawan untuk masuk ke dalamnya dan menyaksikan terumbu karang serta kekayaan laut dengan jarak pandang 40 meter tersebut. Untuk pengalaman yang maksimal, mintalah pemandu menemani Anda ketika melakukan snorkeling. (IMS)
Tuesday, 11 March 2014
Desa Takpala: Suku Abui Primitif yang Bersahabat

Desa Takpala: Suku Abui Primitif yang Bersahabat

Ulasan Umum

Desa Takpala adalah kampung di Pulau Alor yang hingga saat ini masih dihuni oleh masyarakatnya yang primitif. Di tahun 1980, desa ini pun menjadi juara 2 tingkat nasional dalam kategori desa paling tradisional. Suku yang mendiami desa ini adalah Suku Abui. Meski yang mendiami tempat ini mungkin hanya puluhan, namun keturunannya telah mencapai ribuan orang dan menyebar. Masyarakat Abui sangat bersahaja dan ramah terhadap pengunjung yang ingin berwisata ke tempat ini.

Akomodasi

Penduduk asli (sumber: kidnesia.com)
Perumahan penduduk (sumber: travel.detik.com)
Bila Anda ingin langsung merasakan pengalaman menginap di kampung primitif, Anda bisa mencoba bermalam di salah satu rumah penduduk dengan meminta bantuan kepada kepala desa yang akan dengan senang hati mencoba membantu Anda.

Tips

Suku Abui memanfaatkan hasil alam terutama hutan dengan cara berladang atau berburu, jadi jika Anda datang di siang hari, desa akan lebih sepi karena masyarakat mencari makanan ke hutan dan berburu. Bila Anda ingin, Anda bisa mengikuti keseharian mereka langsung di lapangan.



Kuliner

Makanan asli suku Abui ialah jagung dan singkong. Mereka kadang juga mengkonsumsi nasi, namun tetap dipadukan dengan singkong dan jagung yang kemudian disebut sebagai katemak. Anda bisa ikut mencicipi makanan asli mereka langsung di sini. Selain itu, masyarakat Abui senang mengkonsumsi pisang dengan berbagai jenis proses masak yang dilakukannya. Sebagai pelengkap, akan tersedia pula teh dan kopi asli Alor yang bisa Anda coba selesai makan.

Cicipi pula sirih pinang selama berada di sini sebagai tanda persahabatan yang diberikan suku Abui kepada setiap tamu yang datang.

Kegiatan

Bila Anda ingin menyaksikan tarian khas masyarakat Abui, Anda dapat mendengarkan gemerincing gelang kaki dari hentakan kaki yang dihujamkan ke tanah oleh wanita suku Abui. Kemudian, para laki-laki pejuang akan menggemakan lagu dengan syairnya yang juga ikut beratraksi sambil mengangkat perisan dan senjata mereka. Namun, memang biaya yang harus dikeluarkan akan lebih mahal, yakni 1 juta rupiah, namun akan sepadan dengan kekayaan tradisi yang bisa Anda saksikan langsung dari masyarakatnya yang bersahabat dan bersahaja. (IMS)
Monday, 10 March 2014
Taman Nasional Komodo: Situs Langka Dunia Ditetapkan oleh UNESCO

Taman Nasional Komodo: Situs Langka Dunia Ditetapkan oleh UNESCO

Ulasan Umum

Komodo (sumber: komodo-park.com)
Komodo dipercaya sebagai binatang purba yang masih hidup hingga saat ini sejak zaman peralihan dinosaurus. Anda bisa menyaksikan kehidupannya di Taman Nasional Komodo, yang mencakup 3 pulau utama yaitu Pulau Komodo, Padar, dan Rinca. Di dalam wilayah ini, setidaknya 2500 ekor komodo hidup dan berkembang. Komodo berukuran besar, dengan panjang hingga 3 m dan berat 90 kg. Mereka dapat berkembang di daerah ini dengan alamnya yang terbuka dan padang rumput savanna, batu karang, pantai berpasir putih, hutan hujan, dan pantai yang jernih. Selain itu, fauna lain yang hidup di kawasan ini adalah banteng liar, kuda, babi hutan jantan, rusa, kera, ular, dan berjenis burung.

Akomodasi

Berbagai jenis akomodasi bisa Anda dapatkan di sekitar tempat ini, mulai dari pondokan sederhana, rumah penjaga alam, atau bahkan penginapan di atas perahu! Rasakan pengalaman unik menginap di dek perahu dengan biaya sewa yang terjangkau.
Taman Nasional Komodo (sumber: capsulx368.blogspot.com)

Tips

Akan menjadi pengalaman menakjubkan bila Anda melihat komodo dari dekat di habitatnya, dengan bantuan pemandu yang telah berpengalaman. Memang Anda tidak boleh berada terlalu dekat dengan mereka, tapi di Pulau Rinca, Anda bisa melihat komodo berbaring di luar rumah penjaga taman nasional atau berbaring dekat rumah petugas. Komodo harus ditangani dengan cukup berhati-hati, karena walaupun terlihat geraknya lambat, ia akan mudah bergerak agresif bila mendapatkan stimulus tertentu.




Jika Anda mencari pengalaman diving dan snorkeling di sini, maka tempat menyelam yang disarankan adalah Pantai Merah, Batu Bolong, dan Pulau Tatawa karena keindahannya masing-masing.

Kegiatan

Taman Nasional Komodo tidak hanya dikenal dengan keunikanya sebagai habitat komodo, tapi biota bawah lautnya pun menakjubkan. Penyelam akan mendapatkan pengalaman berharga di perairan Komodo sebagai salah satu tempat selam terbaik di dunia dengan pemandangan bawah laut yang memukau. Terdapat sekitar 385 spesies karang, rumput laut, dan hutan mangrove yang menjadi rumah ribuan spesies ikan, 70 jenis bunga karang, 10 jenis lumba-lumba, 6 macam paus, penyu, dan berbagai hiu dan ikan pari. (IMS)
Sunday, 9 March 2014
Gua Batu Cermin: Batuan yang Bisa Memantulkan Cahaya

Gua Batu Cermin: Batuan yang Bisa Memantulkan Cahaya

Ulasan Umum

Sebelum masuk Gua (sumber: kidnesia.com)
Gua Batu Cermin terletak di Labuan Bajo di daerah yang berkontur dataran tinggi, dengan kekhasannya akan hutan, gua, dan aur terjun. Gua ini ditemukan oleh pastur yang juga merupakan arkeolog berkebangsaan Belanda di tahun 1951. Dari hasil penelitiannya dalam memeriksa gua tersebut lebih dalam, ia menyatakan bahwa dulunya Pulau Flores berada di bawah permukaan laut.

Batuan dalam gua ini bisa memantulkan cahaya, karena ia terbuat dari partikel garam yang terkandung di dalam gua dan terliaht berkilauan kala cahaya menimpa.

Tips

Di dalam gua yang sunyi (sumber: detourlombok.com)
Untuk bisa masuk ke tempat ini, Anda harus membayar tiket sebesar Rp. 10.000 juga dengan biaya guide yang nantinya akan diperlukan sebesar Rp. 20 ribu. Sekitar 10-15 menit dari tempat parkir, Anda akan melanjutkan perkalanan sekitar 300 meter untuk mencapai mulut goa. Medan jalan menuju mulut goa sangat mudah dilalui karena memang sudah dibuat untuk tujuan tempat wisata. Hanya saja, hati-hati bila Anda berkunjung di musim hujan, karena jalanannya akan lebih licin. Di sekitar perjalanan Anda ke tempat ini, Anda bisa melihat fauna seperti burung-burung khas timur, kera ekor panjang, juga babi hutan.

Waktu yang tepat untuk berkunjung ke gua ini adalah pagi menjelang siang atau pada saat matahari bersinar terik. Pada saat itulah Anda dapat merasakan sensasi gua ini dengan sinar matahari yang masuk melalui celah batuan dan memantul di batu dalam gua, sehingga menimbulkan cahayanya sendiri dan menyebabkan batuan mengkilap.




Transportasi

Jarak gua ini dari Labuan Bajo adalah sekitar 4 km, Anda bisa menghabiskan waktu 30 menit perjalanan untuk sampai ke gua ini dengan menggunakan mobil atau motor. Dengan ojek, Anda hanya perlu membayar Rp. 5.000.

Kuliner

Anda juga dapat menikmati sup ikan yang menggugah selera di Depot Budi Luhur yang berlokasi di Pasar Lama Labuan Bajo.

Kegiatan

Pemandangan dalam gua yang spesial ialah fosil hewan laut yang ditemukan oleh peneliti asal Belanda. Keberadaan fosil karang, bahkan penyu dan kura-kura, juga disertai dengan partikel garam yang ada di dinding gua. Anda akan masih bisa melihat dengan jelas penampakan ini hingga saat ini. Selain itu, terdapat batu putih panjang di dekat jatuhnya sinar matahari dan disebut Batu Bunda Maria oleh umat Kristiani setempat. (IMS)
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2014 Jelajah Tempat Wisata All Right Reserved