Breaking News
Loading...

Recent Post

Showing posts with label Jawa. Show all posts
Showing posts with label Jawa. Show all posts
Wednesday, 2 April 2014
Green Canyon: Keajaiban Alam Tersembunyi di Pangandaran

Green Canyon: Keajaiban Alam Tersembunyi di Pangandaran


Amerika boleh punya Grand Canyon, sementara Indonesia memiliki Green Canyon. Green Canyon merupakan suatu keindahan alam yang berlokasi di Desa Kertayasa, Ciamis, Jawa Barat. Green Canyon merupakan lokasi dari tebing tinggi kembar yang berdiri gagah di setiap sisi sungai, dengan stalagmit dan stalaktit. Anda akan menyaksikan aliran air terjun yang turun dari setiap sisi tebing.

Pemandangan ini sangat mempesona sehingga Anda akan berpikir bahwa ini adalah taman surga. Apabila saat Anda berkunjung air sedang tidak pasang, Anda bisa berjalan di bawah gua besar dan menjelajahi kedua tebing besarnya.

Green Canyon ini pada awalnya diberi nama "Cukang Taneuh", yang dalam bahasa Indonesia berarti jembatan tanah, yang memang terdapat di atas tebing kembar ini. Pada tahun 1993, atas kunjungan seorang turis asal Perancis, nama Green Canyon pun muncul, karena terpesona akan perpaduan air dan lumut berwarna hijau yang berlimpah.



Akomodasi

Untuk dapat menikmati pesona Green Canyon, Anda dapat menggunakan perahu atau yang lebih popular disebut ‘ketinting’ di kalangan penduduk setempat. Ketinting biasanya terdapat di dekat pintu masuk Green Canyon, dan Anda bisa menaikinya dengan membayar sebesar Rp. 75.000,00/orang. Setelah Anda membayar ongkos, Anda tinggal menunggu untuk dilayani dan diantar ke lokasi, sesuai dengan nomor antrian atau giliran Anda yang diatur secara teorganisir.
Setelah menikmati keindahan Green Canyon, Anda bisa menempuh perjalan kurang lebih satu jam menuju Pangandaran. Di Pangandaran, terdapat banyak penginapan dengan harga yang bervariasi. Tidak hanya itu, Anda juga bisa memilih untuk menginap di kawasan Pantai Batu Karas, yang bisa dicapai kurang lebih 15 menit dari Green Canyon.

Transportasi

Green Canyon telah menjadi objek wisata yang mudah untuk ditemukan. Apabila Anda dari Jakarta atau Bandung, Anda bisa mengambil rute utama menuju Pangandaran. Apabila Anda bepergian dengan transportasi umum, Anda bisa naik minibus dengan rute Terminal Pangandaran-Terminal Cijulang.



Tips

Green Canyon dibuka setiap hari mulai pukul 07.00, namun khusus untuk hari Jumat, jam operasional dimulai sekitar pukul 13.00. Pastikan Anda membawa baju ganti, makanan dan minuman, dan tas kering untuk menjaga barang berharga Anda seperti telepon seluler dan kamera agar tidak basah.

Kegiatan

Setelah berteriak takjub akan indahnya air yang berwarna hijau dan mengabadikannya dengan kamera Anda, Anda akan langsung tergoda untuk terjun ke air dan berenang di air yang jernih dan bersih tersebut. Disediakan ban dan pelampung bagi Anda yang memilih untuk berenang. (IMS)
Batu Karas: Keharmonisan Alam Marina

Batu Karas: Keharmonisan Alam Marina

Ulasan Umum

Berselancar di Batu Karas (Sumber: surf-forecast.com)

Indahnya Batu Karas (sumber: static.panoramio.com)

Batu Karas mempersembahkan perpaduan air yang tenang dan gelombang ombak yang menantang, serta hamparan pantai yang menakjubkan. Lokasi wisata ini terletak di Desa Batu Karas, Kecamatan Cijulang, Jawa Barat atau sekitar 40 km atau satu jam perjalanan dari Pangadaran. Berbeda dengan Pangandaran, di Batu karas biasanya lebih sepi pengunjung sehingga liburan Anda akan terasa eksklusif. Batu Karas adalah tempat yang sangat cocok untuk Anda yang hobi berselancar dan berenang. Di sini juga dilengkapi dengan fasilitas untuk hiburan yang menantang lainnya seperti jet ski dan banana boat. Bagi Anda yang sekadar ingin menikmati pantai, Anda bisa naik kereta kuda yang tersedia di tepi pantai. Karena memiliki alam yang indah Anda juga dapat melakukan aktivitas berkemah dan hiking.



Akomodasi

Banyak tempat penginapan bagi Anda yang ingin menikmati liburan di Batu Karas selama beberapa hari, seperti cottage dan bungalow. Apabila Anda ingin merasakan keramahan pedunduk setempat, Anda juga bisa menyewa rumah masyarakat setempat.

Transportasi

Akses menuju Batu Karas cukup mudah untuk ditepuh. Bagi Anda yang menggunakan transportasi umum, dari terminal Pangandaran-Cijulang bisa menggunakan minibus kemudian menggunakan ojek dengan ongkos Rp. 15.000,00 untuk sampai ke tujuan. Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, cukup dengan mengemudi sekitar satu jam perjalanan dari Pangandaran ke arah ke Cijulang, Anda akan tiba di Batu Karas.

Tips

Selain berdekatan dengan Pangandaran, Batu Karas juga berlokasi cukup dekat dengan Green Canyon. Green Canyon adalah salah satu tempat wisata kebanggaan nusantara. Jadi, sebaiknya Anda menyempatkan waktu Anda untuk mengunjunginya.

Bagi Anda yang gemar berselancar, ombak dan gelombang laut di Batu Karas paling bagus di bulan November-April.




Kuliner
Ketika Anda mendengar objek wisata pantai, maka jenis makanan yang akan disajikan kepada wisatawan pastinya adalah makanan dari laut (seafood). Di Batu Karas tersedia banyak tempat makan seperti kafe atau restoran yang menyajikan seafood dan makanan tradisional khas Sunda yang menggugah selera.

Kegiatan

Kegiatan favorit di Batu Karas adalah berselancar dan berenang. Jadi, bagi Anda yang belum bisa berenang dan berselancar, disini juga tempat yang tepat untuk belajar karena gelombang lautnya bisa dinikmati oleh pemula. Tidak hanya itu, Batu Karas juga menyuguhkan kegiatan seperti jet ski, banana boat, snorkeling, memancing, naik andong di tepi pantai dan bersenang-senang di pantai yang dangkal. Tersedia juga tempat di mana Anda dapat berkemah dan hiking atau melakukan jelajah hutan. Wisata tak akan lengkap tanpa berbelanja, maka dari itu Anda akan terpuaskan dengan banyaknya tempat yang menjual berbagai souvenir seperti kaos, pakaian renang, dan beragam assesoris yang terbuat dari bahan-bahan alami. (IMS)
Masjid Istiqlal: Lambang Kemerdekaan Indonesia

Masjid Istiqlal: Lambang Kemerdekaan Indonesia

Ulasan Umum

Masjid Istiqlal terletak di daerah Jakarta, tepatnya berada di Jakarta Pusat. Masjid Istiqlal mulai dibangun pada tanggal 24 Agustus 1961 kemudian selesai serta diresmikan pada tanggal 22 Februari 1978. Pembangunan Masjid Istiqlal ini menghabiskan dana sebesar Rp 7.000.000.000,00 (Tujuh Milyar Rupiah) dan USD 12.000.000 (Dua Belas Juta Dollar Amerika Serikat) dengan menggunakan dana APBN. Dengan dana besar menjadikan Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Indonesia bahkan telah dinobatkan sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara. Masjid Istiqal memiliki kapasitas yang dapat menampung jamaah hingga 200 ribu orang.



Megahnya Istiqlal (sumber: wikipedia.org)

Arsitek dari Masjid Istiqlal bernama Frederich Silaban. Ia menciptakan masjid ini dengan arsitektur khas bergaya Islam modern mulai dari dinding, lantai, hingga kubahnya. Saat mengunjungi masjid ini, Anda akan mengagumi konstruksi kokoh bangunan masjid yang didominasi oleh batuan marmer dan besi anti karat. Kubah masjid yang berbentuk setengah bola terpapar megah yang menjadi pusat keindahan dari masjid ini.
Selain digunakan untuk beribadah, Masjid Istiqlal Jakarta ini juga banyak dikunjungi oleh masyarakat untuk sekedar jalan-jalan atau menikmati keindahan bangunan masjidnya. Konon kabarnya jika kita sering melakukan wisata religi ke masjid, maka hati akan dan pikiran akan merasa tenang dan tentram. Mungkin ini daya tarik Masjid Istiqlal sehingga pernah dikunjungi oleh beberapa tokoh dunia seperti Pangeran Charles, Presiden Libya Muammar Khadafi, hingga Presiden Amerika Serikat Barrack Hussein Obama.

Akomodasi

Karena letaknya di pusat kota, Anda tidak akan kesulitan untuk mencari fasilitas penginapan di Jakarta Pusat.

Transportasi

Lokasi Masjid Istiqlal sangat mudah dijangkau baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Jika Anda menggunakan bus Transjakarta, Anda dapat mengambil koridor 2 jurusan Harmoni-Pologadung turun di halte Istiqlal. Jika Anda dari Stasiun Kereta Api Gambir, Anda bisa menggunakan Metromini atau Ojek.

Bagian Dalam Masjid (sumber: crystalbae.com)




Kuliner

Menjadi salah satu objek wisata favorit di Indonesia, tentu saja Masjid Istiqlal menjadi daya tarik bagi para pedagang dan pemilik tempat makan. Oleh karena itu, terdapat beragam tempat makan yang dapat memanjakan lidah Anda di bagian luar Masjid Istiqlal.

Kegiatan

Selain digunakan untuk aktivitas ibadah bagi umat Muslim, Masjid Istiqlal juga dimanfaatkan untuk aktivitas sosial dan kegiatan umum. Terdapat bermacam hal yang dapat dilakukan seperti menikmati keindahan dan kemegahan arsitektur Masjid Istiglal, melihat bedug terbesar di Indonesia, dan berjalan-jalan di area luar masjid sambil menikmati kuliner. Bukan hanya itu, Masjid Istiqlal memiliki puluhan ruangan yang terdiri dari dua aula yang berfungsi sebagai tempat diskusi ilmiah dan pertemuan. Terdapat juga sejumlah perkantoran di masjid ini. (IMS)
Saturday, 22 March 2014
Monumen Nasional, Simbol Perjuangan Rakyat Indonesia

Monumen Nasional, Simbol Perjuangan Rakyat Indonesia

Ulasan Umum

Monumen Nasional, atau lebih sering disingkat Monas, merupakan ikon kota Jakarta, tempat masyarakat berekreasi sekaligus untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan dari para penjajah. Para arsitek Indonesia, yaitu Soedarsono, Ir. Rooseno, dan Frederich Silaban merupakan perancang Monas yang berlokasi di Lapangan Monas, Jakarta Pusat tersebut. Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno meresmikan tempat ini pada tanggal 17 Agustus 1961, dan mulai membukanya untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975.
Monas (sumber: cybersulutdaily.com)




Monas adalah menara setinggi 132 meter yang menjulang tinggi membentuk obelisk dan dengan puncak berupa cawan dengan 77 bagian lidah api yang disatukan dengan diameter 6 meter dan tinggi 17 meter. Lidah api tersebut terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton yang kemudian dilapisi dengan emas 45 kg. Lidah api tersebut adalah simbol dari semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Kecuali lidah api tersebut, seluruh bangunan Monas dilapisi dengan marmer. Terletak di bagian dasar monumen pada kedalaman 3 meter di bawah permukaan tanah, Anda akan menemukan Museum Sejarah Nasional Indonesia yang menyajikan diorama-diorama perjalanan sejarah bangsa.

Di kawasan Monas, selain disuguhi kemegahan dari Tugu Monas dan museumnya, Anda juga bisa menikmati Taman Monas yang menjadi oksigen Kota Jakarta. Menikmati suasana hijau di tengah kota akan memberikan sensasi dan kenyamanan yang menyenangkan.

Tips

Berada di puncak tugu Monas merupakan tujuan utama dan terfavorit para pegunjung. Waktu terbaik untuk naik ke puncak Monas adalah ketika waktu senja, yang mana Anda dapat melihat keindahan kota Jakarta berhiaskan langit jingga. Pastikan Anda memperhatikan kondisi cuaca terutama apabila angin sedang kencang atau turun hujan, karena akan membuat pengalaman Anda kurang berkesan karena terpaan angin. Di sisi lain, harap perhatikan bahwa Museum Sejarah Nasional Indonesia dibuka pada pukul 08.00 – 16.00 (kecuali Senin terakhir di tiap bulan).

Monas di malam hari (sumber: igosok.com

Transportasi

Untuk mengunjungi Monas, ada banyak jenis transportasi yang dapat Anda gunakan. Jika Anda pengguna kereta api, Anda dapat menggunakan KRL Jabodetabek jenis express yang berhenti di Stasiun Gambir. Anda pun dapat menggunakan fasilitas transportasi Bus Transjakarta.


Kegiatan

Selain Anda bisa menikmati wisata penuh sejarah di museum bawah tanah Monas, Anda juga dapat menikmati keindahan Taman Monas hanya untuk sekedar jalan-jalan, jogging, serta bisa berfoto dengan latar Monumen Nasional. Di taman seluas 80 hektar tersebut, Anda bisa melihat rusa-rusa berkeliaran di antara pepohonan rindang. Taman ini dibuka secara gratis untuk umum.  (IMS)
Sunday, 16 March 2014
Pantai Grajagan Berpasir Hitam yang Jadi Area Selancar yang Menantang

Pantai Grajagan Berpasir Hitam yang Jadi Area Selancar yang Menantang

Ulasan Umum

Pantai Grajagan (sumber: forum.jalan2.com)

Surfing di Grajagan (sumber: uniknya.com)
Pantai Grajagan ialah pantai yang terletak di selatan Banyuwangi dan terkenal dengan keindahan serta potensinya untuk dikembangkan sebagai titik olahraga berselancar yang menantang. Terletak di sekitar 52 km ke arah selatan dari Kota Banyuwangi, posisi pantai Grajagan ini menjadi area yang pas untuk menuju ke pantai-pantai indah lainnya di sekitar. Pantai ini berpasir hitam disertai dengan adanya bukit dan gua di sekitarnya. Selain bisa melihat hamparan pantai dan bukit, Anda bisa pula menikmati kunjungan seraya melihat 3 gua peninggalan tentara Jepang yang dibuat pada masa Perang Dunia II.



Akomodasi

Tempat bermalam disediakan di area Grajagan, berbentuk bungalow sederhana dengan tarif rendah yang memang disediakan bagi Anda yang ingin menikmati heningnya malam sambil mendengar ombak menderu.

Tips

Peselancar asing mulai melirik pantai in isebagai sebuah tempat yang menantang untuk olahraga berselancar, dan biasanya mereka banyak datang dari bukan Agustus hingga September. Saat Anda berkunjung ke sini, jangan lupa menyaksikan aktivitas nelayan di pagi hari saat mereka pulang dari laut dan membongkar hasil tangkapan hari itu. Ikutsertalah membeli beberapa ikan segar yang bisa langsung diproses untuk santap siang nantinya.

Transportasi

Jalan menuju pantai ini sudah dibuat untuk memudahkan para pengunjung, sehingga bisa ditempuh dengan mobil  atau kendaraan umum. Perjalanan dari kota Banyuwangi hanya memakan waktu sekitar 1 jam saja.

Kuliner

Berkunjung ke area pantai, tentu saja tak boleh ketinggalan mencicipi seafood segar yang diproses secara alami langsung setelah dibawa pulang dari laut.

Kegiatan

Sebagai area pantai yang indah, Anda dapat menikmati bermain di pantai sambil merasakan ombak yang mendebur. Bila Anda tertaruk untuk melakukan selancar, cobalah langsung di pantai ini. Akan ada pelatih yang bisa membantu para pemula untuk mempelajari dasar-dasar selancar sehingga Anda bisa lebih mendalaminya dengan sistematis.

Selain itu, Anda pun dapat menikmati perjalanan ke gua zaman Jepang yang memang dibuat di daerah sekitar pantai ini dan melihat bekas-bekas sejarah yang tersisa di sana. (IMS)
Thursday, 13 March 2014
Gunung Merapi: Gunung Volkano Aktif dengan Sejuta Pesonanya Tersendiri

Gunung Merapi: Gunung Volkano Aktif dengan Sejuta Pesonanya Tersendiri

Ulasan Umum

Di Pulau Jawa terdapat beberapa gunung berapi aktif, salah satunya adalah Gunung Merapi. Gunung ini termasuk dalam jajaran gunung berapi paling aktif di dunia. Memang hingga saat ini, Gunung Merapi telah beberapa kali menunjukkan potensinya untuk meletus, tapi sesungguhnya peran gunung ini bagi masyarakat sekitar sangatlah penting. Letusan dari gunung ini menyebarkan abu dan mineral vulkanik hingga ke sekitarnya dan membuat tanah di sekitar Gunung Merapi menjadi sangat subur dan penduduk pun mulai bercocok tanam dan berdatangan dari seluruh penjuru untuk ikut serta.
Gunung Merapi yang aktif (sumber: onedeaja.blogspot.com)


Gunung ini memiliki ketinggian 2.911 mdpl dan menjadi tempat tinggal beberapa flora dan fauna yang hidup di sekitarnya. Masyarakat lokal menganggap gunung ini memiliki kekuatan yang besar, hingga di setiap tahunnya saat penobatan Sultan, dibawakanlah persembahan yang berasal dari Keraton untuk Gunung Merapi agar roh-roh yang menjaganya tetap membawakan kesejahteraan bagi semua masyarakat. Jika Anda ingin berkunjung ke Gunung Merapi, Anda bisa memastikan keadaan vulkaniknya terlebih dahulu.

Akomodasi

Bila anda ingin mengunjungi tempat ini, tersedia beberapa kawasan menginap sederhana di bagian lereng Gunung Merapi.

Tips

Karena gunung ini bercuaca dingin, bila Anda ingin melakukan trekking maka pastikan terlebih dahulu bahwa Anda telah membawa pakaian yang hangat, air minum yang cukup, serta sepatu yang nyaman. Bila memang daerah telah ditetapkan status bahayanya, maka batalkan perjalanan Anda karena memang aliran lahar akan memiliki daya yang besar.


Transportasi

Suburnya daerah bawah Gunung Merapi (sumber: rakyatpos.com)
Terdapat dua cara untuk bisa sampai ke Gunung Merapi. Yang pertama, Anda bisa berangkat dari Yogyakarta ke arah bukit Kaliurang menggunakan mobil atau angkutan umum. Atau, Anda bisa berangkat ke Selo dari Muntilan atau Boyolali sambil menikmati pemandangan yang istimewa.

Kegiatan

Anda bisa melaksanakan wisata lava tour yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman dengan melihat bekas daerah yang sudah menjadi bekas daerah yang terkena lava. Beberapa daerah yang diwisatakan bahkan meliputi lava dingin yang ketinggiannya sudah mencapai angka 20 meter, menjadi ketertarikan sendiri untuk dilihat dari jarak dekat. (IMS)
Museum Bahari: Preservasi Kebudayaan Maritim Indonesia

Museum Bahari: Preservasi Kebudayaan Maritim Indonesia

Ulasan Umum

Masih ingat lagu: “Nenek moyangku seorang pelaut, gemar mengarung luas samudra; Menerjang ombak tiada takut,menempuh badai sudah biasa”? Untuk mengenang kejayaan maritim Indonesia, Museum Bahari menampilkan koleksi benda-benda yang memiliki hubungan dengan kelautan bangsa Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Bertempat di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa, tepatnya di jalan Pasar Ikan Jakarta Utara dan menghadap ke Teluk Jakarta, Museum Bahari menawarkan Anda untuk lebih dekat dengan sejarah kelautan Indonesia.

Museum Bahari (sumber: thefamilytravelblog.com)

Akomodasi

Terletak di bagian ibu kota Jakarta, ada banyak opsi untuk penginapan yang bisa Anda pilih, termasuk hotel berbintang yang nyaman dan menyajikan keramahan yang mengesankan.

Tips
Jika Anda ingin berkunjung ke museum ini, tempat terbuka dari jam 09.00 - 15.00 WIB, dari hari Selasa sampai Minggu. Di hari libur sekolah, museum ini terbuka bagi Anda yang ingin membawa buah hati untuk lebih mengenal sejarah Indonesia dari dekat. Tiket yang harus Anda bayar hanya 2.000 rupiah saja perorangan.

Transportasi

Kunjungi museum ini dengan menggunakan kendaraan, Transjakarta, atau taksi. Jika Anda memilik untuk menggunakan Transjakarta, turunlah di halte Stasiun Koja dan lanjutkan perjalanan Anda dengan menggunakan mikrolet, sepeda ontel, bajaj, atau juga berjalan kaki.

Kegiatan

Gedung ini pada awalnya dibangun sebagai gudang penyimpanan rempah-rempah dan hasil bumi oleh Kongsi Dagang Belanda (VOC), secara bertahap sejak 1652 hingga 1759. Kemudian pada tahun 1976, kompleks bangunan ini terdiri atas dua bagian, sisi barat yang disebut Gudang Barat (Westzijdsch Pakhueizen) dan Gudang Timur (Oosjzijdsch Pakhuizen) itu, diserahkan untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dipamerkan banyak benda peninggalan VOC di museum ini, termasuk lukisan, foto-foto, alat navigasi, serta benda lainnya yang berhubungan dengan kelautan Indonesia. Di samping itu, juga terdapat replika beberapa perahu lama yang bisa dilihat, termasuk replika perahu lancang kuning, perahu mayang, perahu pinisi, dan kapal modern.



Salah satu perahu yang ditampilkan dalam museum (sumber: museum-bahari.blogspot.com)
Di bangunan lain juga ada berbagai model perahu tradisional yang terbuat dalam ukuran aslinya. Ada pula Cadik Nusantara, perahu bercadik yang digunakan oleh Pemuda Pelopor Effendy Soleman yang mencoba berlayar seorang diri menempuh jarak Jakarta - Brunei Darussalam pergi-pulang. Pentingnya laut bagi perekonomian Indonesia di zaman nenek moyang digambarkan dalam museum ini. (IMS)
Sunday, 9 March 2014
Sumenep, Benteng Budaya Madura

Sumenep, Benteng Budaya Madura

Ulasan Umum

Keraton dan Museum Sumenep (Sumber: disbudparpora.sumenep.co.id)
Sumenep terletak di ujung timur Madura dan disebut sebagai benteng budaya Madura. Sebelum Majapahit berdiri, kota ini sudah didirikan terlebih dahulu. Memang suasana di kota ini cukup berbeda dengan kota lain yang terdapat di Madura, dimulai dari cara berpakaian, cara berbahasa, dan logatnya yang santun.

Berkunjung ke kota ini, Anda akan dapat melihat sisa-sisa keindahan kerajinan yang berbekas di bangunan kuno dan kerajinan rakyat Sumenep langsung, termasuk Batik Tulis Sumenep yang terkenal.

Akomodasi

Tidak usah khawatir, pilihan penginapan cukup beragam di Sumenep dengan lokasi yang cukup strategis pula di tengah kota.

Tips

Masyarakat Sumenep memang akan berbeda dari orang Madura kebanyakan, karena memang mereka terpengaruhi oleh budaya keraton Jawa yang tenang dan sopan, jadi jangan kaget. Kabupaten Sumenep memang di kolonial dikuasai oleh keluarga Cakraningrat, yang merupakan keadipatian Madura.



Transportasi

Jembatan Suramadu bisa digunakan bila Anda melakukan perjalanan ke Sumenep dari Surabaya. Kemudian, perjalanan dari Pelabuhan Kamal ke Sumenep akan memakan waktu perjalanan sekitar 3 jam dengan minibus ataupun bus.

Kuliner

Beberapa kuliner unik yang bisa Anda makan di Sumenep bukan hanya terbatas pada soto dan sate saja. Coba juga nasi jagung yang dilengkapi lodeh dan kuah maronggi yang rasanya tradisional dan pas di lidah.

Untuk makanan kaki lima, ada pilihan goreng-gorengan dimulai dari ikan, ayam, hingga burung dara. Jika ingin mencari makanan ringan, terdapat keripik singkong, keripik tekai, lorjuk, kerupuk ikan prenduan, teripang, petis ikan madura, dan kerupuk paru.



Kegiatan

Masjid Agung Sumenep (sumber: wikipedia.org)
Ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan di sumenep. Jangan lupa berkunjung ke daerah Keraton Sumenep, situs Asta Tinggi, Pantai Slopeng, Masjid Agung, Pantai Lombang, juga pantai indah lainnya. Keraton Sumenep menggambarkan akulturasi budaya Jawa, Cina, dan Eropa yang membentuk kesatuan. Terdapat nuansa keraton dengan pilar dan ornamen yang bergaya Eropa, juga atap yang mengambil unsur klenteng China.

Jangan lupa menyebrang ke Pulau Talango, yang merupakan pulau kecil nan indah. Di sini terdapat makam Sayyid Yusuf di Kecamatan Talango, yang merupakan ulama Arab yang secara gaib jenazahnya terapung melintas di depan perahu Sultan Abdurrahman yang bakal melaksanakan perjalanan ke Bali. Banyak peziarah dari Jawa Timur dan Jawa Barat yang mengunjungi situs ini dengan harapan doa mereka dikabulkan. (IMS)
Situs Purbakala Patiayam: Menyaksikan Fosil dari Dekat

Situs Purbakala Patiayam: Menyaksikan Fosil dari Dekat


Salah satu fosil berusia lebih satu juta tahun (sumber: travel.detik.com)
Ekskavasi fosil (sumber: ekskavasijawa.com)




Ulasan Umum

Situs Purbakala Patiayam merupakan situs purba yang berada di Pegunungan Patiayam, Dukuh Patiayam, Kabupaten Kudus. Tempat ini kaya dengan fosil yang ditemukan selama masa perkembangan daerah, dengan total sekitar 1.500 fosil yang telah disimpan di rumah-rumah penduduk sekitar. Tempat ini ialah bagian Gunung Muria dengan luas 2.902 hektar.

Dari banyak situs yang juga menyediakan Anda kesempatan untuk melihat fosil dari dekat, Patiayam memiliki keunggulannya tersendiri. Di sini, fosilnya utuh karena penimbunan abu vulkanik halus dan pembentukan fosil yang terus berlangsung baik. Selain itu, di sekitar situs juga tidak terhadap sungai besar yang tidak mengancam fosil untuk berpindah lokasi.

Akomodasi

Tempat ini meliputi Kudus dan beberapa kecamatan di Pati, dan ketika Anda berkunjung ke tempat ini, akan terdapat makam dan Masjid Sunan Muria, motel, air terjun, penginapan, warung makan, dan villa sebagai opsi akomodasi yang bisa Anda pilih.

Transportasi

Lokasi dari Situs Purbakala Patiayam ini adalah sekitar 500 meter dari Jalan Raya Kudus-Pati. Anda bisa mengunjungi dengan mobil pribadi atau dengan bantuan transportasi yang tersedia di sekitar. Pintu masuk ke daerah ini ditandai dengan adanya gapura yang berbentuk gading gajah.

Kegiatan

Jika Anda ingin menyaksikan situs purbakala yang terlengkap, Situs Patiayam adalah jawabanya. Buktinya, di tempat ini telah ditemukan manusia purba (Homo erectus), fauna vertebrata, dan fauna invertabrata dalam bentuk yang cukup komplit. Selain itu, terdapat pula alat-alat batu yang digunakan manusia purba di sebuah lapisan tanah, dan diperkirakan umurnya minimal adalah satu juta tahun. Tempat ini sudah dinyatakan sebagai cagar budaya oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah, jadi ini adalah tempat yang strategis untuk mengajarkan anak mengenai sejarah manusia dan membawa mereka langsung kepada fosil sehingga bisa melihat lebih dekat. Sejumlah fosil binatang purba juga ditemukan seperti kerbau, gajah, dan tulang lain. Namun, memang museum yang terdapat di sini masih sederhana, berlokasi di Desa Terban, Kudus, tidak jauh dari Dome Patiayam. Jumlah fosil yang terkumpul hingga saat ini ada sekitar 1.300 fosil berusia antara 700.000 - 1 juta tahun. (IMS)
Saturday, 8 March 2014
Panduan Kuliner Bandung: Nikmatnya Makanan Khas Tanah Parahyangan

Panduan Kuliner Bandung: Nikmatnya Makanan Khas Tanah Parahyangan

Kegiatan Braga Culinary Night di Bandung
Kegiatan Braga Culinary Night di Bandung (Sumber gambar: Republika.co.id)

Bandung memiliki nama besar di dunia kuliner, karena Kota Kembang ini memiliki bermacam pilihan bagi para pengunjung dari segi makanan yang akan cocok di lidah Anda. Banyak orang yang sengaja mengunjungi tanah Parahyangan ini dengan harapan mengisi perut dengan makanan khas nan nikmat. Anda akan merasakan buaian manja dari bermacam makanan yang bisa dinikmati, dengan berbagai pilihan tempat makan yang bisa didatangi di berbagai sudut kota. Mulai dari jajanan pinggir jalan hingga restoran berkelas, temukan kuliner favorit Anda di kota ini.

Akomodasi

Berbagai akomodasi bisa ditemui di pusat kota Bandung. Bila Anda ingin dekat ke pusat kota, carilah penginapan di sekitar Dago. Bila Anda ingin yang lebih privat, daerah Lembang akan menyediakan villa untuk bermalam.

Kuliner

Orang Sunda akan merasa makanannya kurang tanpa pelengkap sambal. Makanan yang bisa Anda cicipi di sini adalah nasi timbel yang merupakan nasi gulung dengan daun pisang dan dilengkapi lauk berupa ayam goreng atau ayam bakar. Sebagai tambahan, akan disediakan daging yang dicampur bumbu-bumbu khas cita rasa Sunda dinamai gepuk. Selain itu, sesuai selera, Anda bisa menambahkan tahu, tempe, sayur asam, ikan asin,  dan lalapan dengan pepesan dimulai pepes ayam, pepes jamur,pepes tahu, atau pepes ikan.

Masakan Khas Sunda - Bandung
Masakan Khas Sunda - Bandung (Sumber Gambar: ariandriyana.com)

Makanan khas jajanan yang bisa Anda temui di Bandung cukup beragam, namun yang paling terkenal ialah batagor dan baso tahu. Tempat yang cukup terkenal sebagai penyedia batagor yang nikmat adalah Batagor Riri, terletak di Jalan Burangrang. Selain itu, cicipi pula Baso Tahu Saboga, Martabak San Fransisco, Ayam Goreng Suharti, dan jenis makanan lainnya sebagai pelengkap perjalanan kuliner Anda. Bila ingin mencicipi makanan yang manis, ada pula pisang bolen yang cukup variatif jenisnya. Selain itu, yang paling sering dibawa orang-orang sepulang perjalanan mereka ke Bandung yakni brownies kukus Amanda yang terkenal, dengan variasi makanan kecil yang tersedia pula di tokonya.




Ingin yang pedas? Cobalah keripik singkong pedas yang cukup variatif di Bandung, bahkan memiliki level kepedasan tersendiri yang bisa Anda sesuaikan dengan lidah sendiri. Beberapa merek yang paling terkenal ialah Keripik Mas Icih dan Keripik Karuhun.

Kegiatan

Setiap malam minggu, sekarang Anda bisa mengunjungi Braga untuk acara Braga Culinary Night untuk tempat berkumpul dengan keluarga dan teman-teman terdekat. (IMS)

Braga Culinary Night di Bandung Setiap Malam Minggu
Braga Culinary Night di Bandung Setiap Malam Minggu (Sumber gambar: Tribunnews)
Alternatif Wisata Kuliner Malam di Bandung (Sumber: ginoferuci.com)
Alternatif Wisata Kuliner Malam di Bandung (Sumber: ginoferuci.com)
Braga Culinary Night (sumber: bandungdailyphotos.blogspot.com)
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2014 Jelajah Tempat Wisata All Right Reserved