Breaking News
Loading...

Recent Post

Showing posts with label Sulawesi Barat. Show all posts
Showing posts with label Sulawesi Barat. Show all posts
Saturday, 22 March 2014
Jati Gentungan: Wisata Alam Kebanggaan Mamuju

Jati Gentungan: Wisata Alam Kebanggaan Mamuju

Ulasan Umum

Indahnya Jati Gentungan (sumber: 4shared.com)

Tempat Pemandian untuk Keluarga (sumber: 4shared.com)
Jati Gentungan adalah taman rekreasi pemandian yang berada di Desa Gentungan, Mamuju, Sulawesi Barat. Taman pemandian ini sangat spesial karena memadukan birunya air kolam renang dengan hamparan pemandangan pegunungan hijau yang menyejukkan mata. Berada di Jati Gentungan akan membuat Anda terbuai dengan keindahan dan keelokannya sehingga membuat Anda sejenak melupakan beban rutinitas Anda. Jati Gentungan bisa menjadi pilihan tepat untuk mengisi masa liburan bersama keluarga, karena Jati Gentungan menawarkan dua kolam pemandian yaitu untuk dewasa dan anak-anak. Di samping itu, bagi Anda yang gemar dan hobi memancing, di sini juga disediakan fasilitas kolam pancingan yang terletak di bagian luar arena kolam renang. Taman wisata pemandian ini juga dilengkapi fasiltas pendukung lainnya seperti tempat ibadah, tempat makan, galeri, WC umum dan tempat parkir. Keindahan objek wisata di Jati Gentungan ini dapat Anda nikmati dengan harga yang sangat murah yaitu hanya sebesar Rp. 10.000,00.



Akomodasi

Bagi Anda yang ingin menikmati suasana malam di kawasan Jati Gentungan, di sini tersedia fasilitas penginapan seperti villa, cottage, dan asrama yang bisa Anda sewa. Selain itu, terdapat juga berbagai hotel di kawasan Mamuju bagi Anda yang tidak ingin bermalam di kawasan Jati Gentungan.

Tips

Pastikan Anda membawa baju renang, handuk, dan pakaian ganti bagi Anda yang ingin berenang. Serta jangan lupa untuk membawa jaket, karena suhu udara di daerah penggunungan cukup rendah.

Transportasi

Jarak antara Kota Mamuju dan lokasi wisata alam Jati Gentungan dengan akses perjalanan darat relatif dekat, yaitu sekitar 20 km. Apabila Anda menggunakan sepeda motor atau mobil, diperlukan waktu sekitar 15-20 menit untuk sampai ke lokasi wisata. Apabila Anda adalah wisatawan dari luar kota Mamuju, Anda dapat menggunakan jalur dari Kota Palu (Sulawesi Barat) menuju Mamuju dengan jarak sekitar 425 km. Apabila Anda dari kota Makassar (Sulawesi Selatan) menuju Mamuju, jaraknya adalah sekitar 446 km dengan lama perjalanan sekitar 12 jam. Apabila Anda menyukai perjalanan yang singkat, maka Anda dapat naik pesawat udara dengan rute Makassar-Mamuju, dengan lama perjalanan sekitar 1 jam.

Kegiatan

Ketika memilih wisata Jati Gentungan sebagai tempat liburan, terdapat beragam kegiatan yang bisa dilakukan, diantaranya berenang, memancing, dan menikmati pemandangan alam sambil bersantai dan menghabiskan waktu liburan bersama keluarga. (IMS)
Thursday, 13 March 2014
Kompleks Makam Raja-Raja Banggae dan Hadat Mandar Majene: Tempat Peristirahatan Terakhir Nenek Moyang Suku Mandar

Kompleks Makam Raja-Raja Banggae dan Hadat Mandar Majene: Tempat Peristirahatan Terakhir Nenek Moyang Suku Mandar

Ulasan Umum

Bisa dikatakan bahwa nenek moyang dari suku Mandar yang berada di daerah Kerajaan Banggae Majene pintar dalam memilih tempat untuk pemakaman para raja dan keluarga mereka. Pemakaman Kerajaan Raja Royal Banggae dan Hadat ini sudah berusia tua, dan terletak di daerah Bukit Ondongan yang secara strategis menghadap ke Teluk Majene. Lokasi dari tempat ini adalah di desa Pang Ali-ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene.
Salah satu makam (sumber: yukpegi.com)

Taman makam (sumber: indonesia-travel.com)




Nenek moyang Kerajaan Banggae Majene kuno beristirahat terakhir di Bukit Ondongan ini. Beberapa cerita menyatakan bahwa pemilihan lokasi yang berada di atas bukit ini adalah dengan alasan agar nantinya para nenek moyang yang telah meninggal dari Kerajaan Banggae Majene akan mampu memberikan pengawasan bagi keturunan mereka yang berikutnya yang akan berada di sekitar area bawah bukit, hingga nanti mereka pergi jauh dan berlayar ke tempat lainnya sekalipun.

Kompleks pemakaman ini memuat sekitar 480 makam. Setiap makam ini dibuat dari bahan-bahan yang variatif, mulai dari batu tanah, batu lava, juga kayu. Makan ini pun kemudian diberikan hiasan dengan semacam simbol geometris, termasuk juga kaligrafi Arab dan simbol swastika. Variasi atas simbol ini menandakan misteri tersendiri yang hendaknya dipecahkan, menceritakan simbol Islam dan Hindu yang dahulunya kental di daerah ini. Untuk menjaga kelestarian tempat ini, Kompleks Makam Raja-Raja Banggae dan Hadat kini sudah didaftarkan sebagai bagian dari Cagar Budaya.

Penelitian menyatakan bahwa pemakaman ini didirikan sejak abad ke-16 dan ke-17, namun hingga sekarang masih belum diketahui siapa pemilik dari makam tersebut.

Akomodasi

Anda bisa memilih tempat untuk beristirahat di malam hari di sekitar Kabupaten Majene yang akan menyediakan beberapa tempat penginapan yang cukup nyaman.

Transportasi

Lokasi pemakaman raja-raja Banggae dan Hadat Mandar Majene ini terletak sekitar 2.5 km dari pusat Kota Majene. Anda bisa menuju ke sini dengan menempuh perjalanan dari Mamuju ke Majene melewati jalan antarkota dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam. (IMS)
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2014 Jelajah Tempat Wisata All Right Reserved