Breaking News
Loading...

Recent Post

Showing posts with label Kalimantan. Show all posts
Showing posts with label Kalimantan. Show all posts
Saturday, 22 March 2014
Kepulauan Derawan: Firdaus Dunia Bawah Laut

Kepulauan Derawan: Firdaus Dunia Bawah Laut

Ulasan Umum

Indah dan bersih (sumber: javabackpacker.blogspot.com)

Disertai tempat penginapan yang nyaman (sumber: scubawarehouse.com)




Kepulauan Derawan merupakan salah satu destinasi wisata terbaik di dunia bagi para pencinta alam bawah laut. Anda akan menikmati hangatnya siraman matahari sembari menikmati hamparan pantai dengan pasir yang halus dan keindahan laut. Kekayaan alam bawah lautnya akan memesona Anda karena di sana terdapat ikan pari, kura-kura raksasa, barakuda, lumba-lumba, duyung, ubur-ubur stingless, serta ikan hiu Derawan.  Kepulauan Derawan terdiri atas 31 pulau, beberapa yang paling terkenal diantaranya adalau Pulau Derawan, Sangalaki, Maratua, dan Kakaban. Surga tropis ini menyimpan setidaknya menyimpan 460 jenis karang, yang merupakan terbanyak kedua setelah Raja Ampat (Papua Barat). Tidak hanya itu, Pulau Kakaban menjadi nominasi Situs Warisan Dunia UNESCO karena memiliki danau ubur-ubur terbesar dan paling beragam di dunia, yang memiliki empat spesies unik ubur-ubur stingless.

Akomodasi

Sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di dunia, Derawan dilengkapi dengan berbagai jenis akomodasi seperti transportasi, peralatan menyelam, serta bungalow khas gaya rumah adat Kalimantan. Bagi Anda yang ingin mencoba berlibur di atas kapal, Derawan juga menyediakan penyewaan kapal yang dapat menempuh perjalanan jauh untuk mengarungi lautan Derawan.

Tips

Untuk menikmati keindahan bahari di Derawan, pastikan Anda menikmati dunia bawah lautnya baik dengan menyelam maupun snorkeling. Jangan khawatir bagi Anda yang masih pemula, karena terdapat instruktur yang akan membimbing Anda.

Transportasi

Anda dapat mencapai Derawan melalui penerbangan ke Balikpapan, Kalimantan Timur. Pesawat udara Garuda Indonesia telah menydiakan rute menuju Balikpapan dari Jakarta, Surabaya, dan Denpasar. Lalu, Anda dapat melanjutkan penerbangan ke Tanjung Redep di Berau. Dari Berau, Anda bisa naik kapal menuju Kepulauan Derawan.

Kegiatan

Derawan memiliki total 28 titik penyelaman sehingga paling tidak dibutuhkan waktu 10 hari untuk menjelajahi semua kekayaan tempat itu. Tidak hanya itu, Anda akan dikejutkan oleh beragam spesies unik dan dilindungi seperti ikan paus, kepiting kelapa, lumba-lumba, pari manta,kuda laut kerdil, barakuda, dan duyung. Di bulan-bulan tertentu, biasanya paus dan lumba-lumba akan terlihat di sekitar Semama, Sangalaki, Maratua, dan Kakaban. Pemandangan itu tentu akan menjadi pengalaman yang tak akan terlupakan. (IMS)
Thursday, 13 March 2014
Taman Nasional Gunung Palung, yang Terluas di Kalimantan

Taman Nasional Gunung Palung, yang Terluas di Kalimantan

Ulasan Umum

Memiliki luas sekitar 90.000 hektar, Taman Nasional Gunung Palung menjadi kantung nafas dunia yang cukup signifikan dan menjadi pusat kawasan pelestarian alam denagn keanekaragaman ekosistem yang memiliki nilai tinggi. Beriklim tropis dengan rata-rata curah hujannya sekitar 3.000 mm per tahun dan suhunya berkisar antara 25,5° - 35° C, dalam hutan ini terdapat beragam pusat kehidupan, dimulai dari hutan rawa, hutan pamah tropika, hutan mangrove, hutan rawa air tawar, rawa gambut, juga hutan pegunungan yang ditutupi kabut.
Turis mancanegara yang berkunjung ke Taman Nasional Gunung Palung (sumber: timlaman.com)

Terletak di kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, taman ini adalah yang terbaik di daerah Kalimantan, karena kebanyakan area di hutan ini merupakan bagian dari hutan primer yang belum tersentuh oleh kegiatan manusia, sehingga komunitas flora dan fauna liar pun cukup berkembang di sekitar 65% area ini. Salah satu tumbuhan yang cukup berharga dan unik di sini ialah anggrek hitam di sekitar Sungai Matan pada durasi Februari hingga April. Kenapa anggrek ini menarik? Bunganya memiliki corak hijau dengan beberapa bercak hitam di bagian tengah dan hanya mekar dalam durasi 5 hingga 6 hari saja.
Burung eksotis di taman nasional (sumber: worldtourismindonesia.blogspot.com)


Akomodasi

Memang tidak ada akomodasi khusus yang tersedia di sekitar tempat ini, namun bila Anda ingin berpetualang dan butuh tempat peristirahatan, maka tersedua pondok jaga, pos jaga, stasiun penelitian, dan menara pandang/pengamat yang bersedia menampung Anda untuk sementara.

Tips

Pecinta alam dan keanekaragaman hayati wajib singgah di tempat ini. Di dalam taman nasional ini, ada 35 jenis mamalia dan 190 jenis burung yang bisa ditemui. Beberapa satwa yang paling sering terlihat merupakan bekantan, orangutan, bajing tanah bergaris empat, kijang, beruang madu, beruk, klampiau, kukang, rangkong badak, kancil, ayam hutan, enggang gading, buaya siam, kura-kura gading, dan penyu tempayan. Salah satu binatang paling langka dan sulit untuk dilihat ialah tupai kenari.

Transportasi

Untuk menuju tempat ini, Anda bisa menggunakan penerbangan dari Pontianak ke Ketapang yang memakan waktu di udara sekitar satu setengah jam, lalu lanjutkan perkalanan ke Sukadana dengan kendaraan bermotor selama 4 jam. Naiki speed boat dari Pontianak ke Teluk Batang selama 4 jam. (IMS)
Tuesday, 11 March 2014
Monumen Khatulistiwa: Ketika Bayang-bayang Sejajar dengan Badan

Monumen Khatulistiwa: Ketika Bayang-bayang Sejajar dengan Badan

Ulasan Umum

Bagian dalam Monumen Khatulistiwa (sumber: travel.detik.com)

Monumen Khatulistiwa sebelum direnovasi (sumber: id.wikipedia.org)
Di dunia ini, hanya 12 negara yang dinyatakan berdiri langsung di atas garis Khatulistiwa. Dua kota kemudian berada di 12 negara tersebut, dan satunya berdiri di bagian tepat garis katulistiwa dan menjadi titik pemisah antara bumi sebelah utara dan selatan. Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat memiliki keistimewaan tersebut, menjadi satu kota di dunia yang berdiri langsung di atas garis Khatulistiwa. Hal ini telah menjadi keistimewaan tersendiri dari kota ini, dan menjadi berita untuk dunia lain tanpa harus melalui konvensi tertentu.

Bila Anda berkunjung ke Pontianak, jangan lupa mengunjungi monumen khatulistiwa yang dibangun secara spesial untuk menandakan kekhususannya. Monumen ini Khatulistiwa pada saat awal telah dibuat dari kayu ulin berjumlah empat pilar, dan didapatkan dari daerah dengan didirikan secara stabil di tanah. Titik penanda khatulistiwa ini pada tahun 1930 masuk ke catatan bola dunia.

Akomodasi

Di sekitar kota Pontianak, Anda bisa memilih penginapan yang cocok dengan variasi pilihan yang beragam pula.

Tips

Titik kulminasi dari sinar matahari terjadi dua kali setahun di tempat ini, yakni pada saat Vernal Equinox (21-23 Maret), dan Equinox (September 21-23). Pengunjung yang bisa datang pada saat ini bisa menyaksikan keajaiban alam ini dengan durasi selama lima menit.

Transportasi

Untuk menuju tempat ini, gunakan taksi, mobil sewaan, angkutan umum, mobil pribadi, atau lainnya, dari Pontianak ke kabupaten Siantan. Anda akan menyeberangi Sungai Landak, dan monumen ini terletak sekitar 5 kilometer dari ujung utara kota tersebut. Anda akan menghabiskan waktu 30 sampai 40 menit untuk menuju tempat ini dikarenakan lalu lintas yang cukup padat.

Kegiatan

Bila berkunjung ke tempat ini, jangan lupa mengabadikan momen di mana bayangan badan langsung berada di bawah Anda sendiri. Anda tidak akan bisa melihat bayangan diri sendiri bila berada di zona titik tersebut. Tersedia berbagai souvenir yang bisa Anda beli di museum sebagai buah tangan hasil kunjungan nantinya. (IMS)
Saturday, 8 March 2014
Sungai Mahakam: Sumber Kehidupan Ekologis Kalimantan Selatan

Sungai Mahakam: Sumber Kehidupan Ekologis Kalimantan Selatan

Sungai Mahakam Samarinda Kalimantan Timur
Sungai Mahakam Samarinda Kalimantan Timur
Mahakam merupakan ialah sungai terbesar di Kalimantan Timur yang bermuara di Selat Makassar. Sungai ini memiliki panjang 920 km ini yang melintasi wilayah Kabupaten Kutai Barat di hulu, hingga Kabupaten Kutai Kartanegara dan Samarinda di hilir. Keunikan dari sungai ini ialah terdapat spesies Pesut Mahakam yang merupakan spesies lumba-lumba air tawar, yang kini sudah terancam punah.

Matahari Terbenam di Mahamam (sumber: panoramio.com)

Tips

Sungai Mahakam berperan penting dalam kehidupan masyarakat yang hidup di sekitar untuk sumber air, tempat pengembangan perikanan, juga prasarana transportasi. Sekitar 147 spesies ikan asli Mahakam diidentifikasikan hidup di sini. Daerah aliran sungai ini merupakan tempat tinggal 300-an spesies burung dan 70 di antaranya berstatus dilindungi, termasuk Borneo Dusky Mannikin, Borneo Whistler, Bornean Peacock-pheasant, Bornean Blue-flycatcher, dan Bornean Bristlehead. Bila Anda berkunjung ke sini, Anda akan mendapatkan kesempatan untuk melihat fauna langka di habitatnya langsung, yang memang belum banyak terjamah oleh tangan manusia.

Transportasi

Untuk mengunjungi tempat ini, Anda bisa berangkat dari bandara Sepinggan di Balikpapan. Beberapa pesawat menyediakan rute dari Balikpapan ke Samarinda secara lokal. Sebagai tambahan, Anda juga bisa memilih untuk naik taksi ke Samarinda sekitar 2 hingga 3 jam.

Bila Anda menggunakan transportasi darat, Anda akan dapat mengagumi keindahan sungai dengan latar belakang kesibukan di sungai pusat kota Samarinda.

Kuliner

Menjelang sore hari, Anda akan bisa menemui puluhan pedagang yang membuka warung kecil makanan dan minuman untuk Anda nikmati serta tempat duduk strategis untuk menyaksikan matahari terbenam. Makanan yang dijajakan cukup umum, seperti mie ayam, bakso, mie goreng, jagung bakar, dan nasi goreng. Tapi, Anda akan lebih dapat menikmati kuliner ini dengan suasana yang menyenangkan di tepi sungai.



Kegiatan

Ketika menelusuri bagian sungai yang berada di bagian kota, Anda bisa melihat berbagai kegiatan yang dilaksanakan masyarakat dengan penggunaan sungai ini, termasuk pengangkutan barang dan sumber daya alam antar pulau, memancing, dan juga berjualan ikan. Kebanyakan masyarakat juga menjadikan temapt ini sebagai daerah bersantai setelah kegiatan sehari-hari yang melelahkan, dengan menikmati kekayaan alam sekaligus menghilangkan rasa capai. (IMS)
Di tengah Sungai Mahakam (sumber: eco-trekking.com)
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2014 Jelajah Tempat Wisata All Right Reserved