Breaking News
Loading...

Recent Post

Showing posts with label Monumen. Show all posts
Showing posts with label Monumen. Show all posts
Saturday, 22 March 2014
Monumen Nasional, Simbol Perjuangan Rakyat Indonesia

Monumen Nasional, Simbol Perjuangan Rakyat Indonesia

Ulasan Umum

Monumen Nasional, atau lebih sering disingkat Monas, merupakan ikon kota Jakarta, tempat masyarakat berekreasi sekaligus untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan dari para penjajah. Para arsitek Indonesia, yaitu Soedarsono, Ir. Rooseno, dan Frederich Silaban merupakan perancang Monas yang berlokasi di Lapangan Monas, Jakarta Pusat tersebut. Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno meresmikan tempat ini pada tanggal 17 Agustus 1961, dan mulai membukanya untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975.
Monas (sumber: cybersulutdaily.com)




Monas adalah menara setinggi 132 meter yang menjulang tinggi membentuk obelisk dan dengan puncak berupa cawan dengan 77 bagian lidah api yang disatukan dengan diameter 6 meter dan tinggi 17 meter. Lidah api tersebut terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton yang kemudian dilapisi dengan emas 45 kg. Lidah api tersebut adalah simbol dari semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Kecuali lidah api tersebut, seluruh bangunan Monas dilapisi dengan marmer. Terletak di bagian dasar monumen pada kedalaman 3 meter di bawah permukaan tanah, Anda akan menemukan Museum Sejarah Nasional Indonesia yang menyajikan diorama-diorama perjalanan sejarah bangsa.

Di kawasan Monas, selain disuguhi kemegahan dari Tugu Monas dan museumnya, Anda juga bisa menikmati Taman Monas yang menjadi oksigen Kota Jakarta. Menikmati suasana hijau di tengah kota akan memberikan sensasi dan kenyamanan yang menyenangkan.

Tips

Berada di puncak tugu Monas merupakan tujuan utama dan terfavorit para pegunjung. Waktu terbaik untuk naik ke puncak Monas adalah ketika waktu senja, yang mana Anda dapat melihat keindahan kota Jakarta berhiaskan langit jingga. Pastikan Anda memperhatikan kondisi cuaca terutama apabila angin sedang kencang atau turun hujan, karena akan membuat pengalaman Anda kurang berkesan karena terpaan angin. Di sisi lain, harap perhatikan bahwa Museum Sejarah Nasional Indonesia dibuka pada pukul 08.00 – 16.00 (kecuali Senin terakhir di tiap bulan).

Monas di malam hari (sumber: igosok.com

Transportasi

Untuk mengunjungi Monas, ada banyak jenis transportasi yang dapat Anda gunakan. Jika Anda pengguna kereta api, Anda dapat menggunakan KRL Jabodetabek jenis express yang berhenti di Stasiun Gambir. Anda pun dapat menggunakan fasilitas transportasi Bus Transjakarta.


Kegiatan

Selain Anda bisa menikmati wisata penuh sejarah di museum bawah tanah Monas, Anda juga dapat menikmati keindahan Taman Monas hanya untuk sekedar jalan-jalan, jogging, serta bisa berfoto dengan latar Monumen Nasional. Di taman seluas 80 hektar tersebut, Anda bisa melihat rusa-rusa berkeliaran di antara pepohonan rindang. Taman ini dibuka secara gratis untuk umum.  (IMS)
Tuesday, 11 March 2014
Monumen Khatulistiwa: Ketika Bayang-bayang Sejajar dengan Badan

Monumen Khatulistiwa: Ketika Bayang-bayang Sejajar dengan Badan

Ulasan Umum

Bagian dalam Monumen Khatulistiwa (sumber: travel.detik.com)

Monumen Khatulistiwa sebelum direnovasi (sumber: id.wikipedia.org)
Di dunia ini, hanya 12 negara yang dinyatakan berdiri langsung di atas garis Khatulistiwa. Dua kota kemudian berada di 12 negara tersebut, dan satunya berdiri di bagian tepat garis katulistiwa dan menjadi titik pemisah antara bumi sebelah utara dan selatan. Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat memiliki keistimewaan tersebut, menjadi satu kota di dunia yang berdiri langsung di atas garis Khatulistiwa. Hal ini telah menjadi keistimewaan tersendiri dari kota ini, dan menjadi berita untuk dunia lain tanpa harus melalui konvensi tertentu.

Bila Anda berkunjung ke Pontianak, jangan lupa mengunjungi monumen khatulistiwa yang dibangun secara spesial untuk menandakan kekhususannya. Monumen ini Khatulistiwa pada saat awal telah dibuat dari kayu ulin berjumlah empat pilar, dan didapatkan dari daerah dengan didirikan secara stabil di tanah. Titik penanda khatulistiwa ini pada tahun 1930 masuk ke catatan bola dunia.

Akomodasi

Di sekitar kota Pontianak, Anda bisa memilih penginapan yang cocok dengan variasi pilihan yang beragam pula.

Tips

Titik kulminasi dari sinar matahari terjadi dua kali setahun di tempat ini, yakni pada saat Vernal Equinox (21-23 Maret), dan Equinox (September 21-23). Pengunjung yang bisa datang pada saat ini bisa menyaksikan keajaiban alam ini dengan durasi selama lima menit.

Transportasi

Untuk menuju tempat ini, gunakan taksi, mobil sewaan, angkutan umum, mobil pribadi, atau lainnya, dari Pontianak ke kabupaten Siantan. Anda akan menyeberangi Sungai Landak, dan monumen ini terletak sekitar 5 kilometer dari ujung utara kota tersebut. Anda akan menghabiskan waktu 30 sampai 40 menit untuk menuju tempat ini dikarenakan lalu lintas yang cukup padat.

Kegiatan

Bila berkunjung ke tempat ini, jangan lupa mengabadikan momen di mana bayangan badan langsung berada di bawah Anda sendiri. Anda tidak akan bisa melihat bayangan diri sendiri bila berada di zona titik tersebut. Tersedia berbagai souvenir yang bisa Anda beli di museum sebagai buah tangan hasil kunjungan nantinya. (IMS)
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2014 Jelajah Tempat Wisata All Right Reserved